Indonesia mempunyai kemampuan meningkatkan pendapatan per kapita hingga USD20 ribu. Lima kali lebih besar dari saat ini yang sekitar USD4.000. Saat ini, PDB Indonesia masih di kisaran USD1 triliun. Hal tersebut dinilai dapat dikembangkan lebih tinggi lagi.
“Produk domestik Bruto Indonesia bisa loncat menjadi 5 Triliun dolar AS, 4 terbesar di Asia setelah Jepang,” kata Ketua Umum organisasi masyarakat Persatuan Indonesia (Perindo) Hary Tanoesoedibjo (HT) saat melantik pengurus DPW Perindo Sulawesi Tenggara (Sultra) di Kendari, Selasa (22/10/2013).
HT menambahkan hal itu bisa terjadi karena Indonesia memiliki segala persyaratan untuk hal tersebut. Mulai dari besarnya jumlah populasi Indonesia yang sekitar 250 juta jiwa, kontribusi besar usaha kecil menengah (UKM) yang besarnya mencapai 60 persen dari PDB. Selain itu Indonesia juga dianugerahi dua musim sehingga petani bisa panen lebih banyak daripada negara empat musim.
Ketua Umum Perindo ini mengatakan, jika negeri ini dikelola dengan benar, maka Indonesia bisa tumbuh kuat menjadi kekuatan ekonomi besar di Asia.
“DPP Perindo akan terus mendukung kinerja Perindo di daerah-daerah untuk memajukan daerah. Jelas Indonesia membutuhkan kontribusi banyak pihak, khususnya dari kaum muda, agar persoalan-persoalan Indonesia saat ini bisa ditangani bersama-sama,” ujarnya.
HT meminta seluruh jajaran pengurus Perindo Sultra untuk segera membentuk kepengurusan hingga kabupaten. Sehingga, kata HT, Perindo tidak hanya bergerak di ibukota provinsi saja.
Ketua DPW Perindo Sultra memberi tanggapan atas instruksi tersebut. “Transisi kepemimpinan harus diambil kaum muda, rumah kaum merdeka Perindo akan terbuka untuk seluruh generasi muda di Sulawesi Tenggara. Perbesar kapasitas untuk melanjutkan estafet kepemimpinan, arena pertarungan kaum muda sesungguhnya,” ujar Ketua DPW Perindo Sulawesi Utara, Jaffray Bittikaka.
Usai acara pelantikan, HT dan jajaran pengurus DPW Sulawesi Tenggara meresmikan kantor Perindo Sultra. Acara deklarasi dan pelantikan ini juga dihadiri oleh, Wakil Ketua Umum Perindo Arya Sinulingga, Sekjen Perindo Ahmad Rofiq dan Bendahara Umum Perindo Henry Suparman.