Jakarta, TopBusiness – Indeks harga saham gabungan atau IHSG di PT Bursa Efek Indonesia hingga penutupan perdagangan hari ini, IHSG berpotensi melemah.
Penelitian Harian Samuel, Selasa 27 Juni 2023 dari Samuel Research Team yang dipublikasikan PT Samuel Sekuritas Indonesia melalui website samuel.co.id, memperlihatkan bahwa IHSG Berpotensi Bergerak Melemah.
Pada perdagangan semalam (26/6) bursa AS ditutup melemah. Dow Jones turun 0,04%, diikuti S&P 500 0,45% dan Nasdaq 1,16%. Penurunan terjadi karena investor melakukan aksi jual saham teknologi serta investor juga menghadapi situasi di Rusia menyusul pemberontakan singkat oleh kelompok militer swasta selama akhir pekan.
Pasar komoditas ditutup cenderung menguat. Minyak naik 0,52% ke level USD 69,52/bbl, menyusul emas 0,20% ke level USD 1.933,4/toz, nikel 4,64% ke level USD 20.408,50, sebaliknya batubara naik 0,25% ke level USD 139,50/ ton, dan CPO 2,54% ke level MYR 3,716.
Pasar regional pada perdagangan kemarin ditutup melemah. Nikkei turun 0,25%, dan Hangseng 0,51%, serta Shanghai 1,48%.
IHSG ditutup menguat 0,38% ke level 6.664,7 dengan investor mencatatkan keseluruhan net buy Rp 113,7 miliar. Di pasar reguler, investor asing mencatatkan net buy (Rp 99,9 miliar), dan pada negosiasi pasar tercatat net buy asing (Rp 13,8 miliar). Net buy asing tertinggi di pasar reguler dicatatkan oleh BMRI (Rp 132 miliar), MFIN (Rp 67,7 miliar), dan ICBP (Rp 55,6 miliar). Net sell asing tertinggi di pasar reguler dicetak AMRT (Rp 65,6 miliar), GOTO (Rp 60,1 miliar), dan MDKA (Rp 37,9 miliar). Penggerak terkemuka teratas menerbitkan BYAN, BBRI, TLKM, sementara penggerak tertinggal teratas menerbitkan PTBA, MDKA, ANTM.
Pagi ini pasar regional dibuka melemah, Kospi turun 0,04% dan Nikkei 0,21%. “Kami perkirakan hari ini IHSG akan bergerak melemah sering sentimen global dan regional,” demikian tertulis.
