
Jakarta, businessnews.id — Setelah mengalami pertumbuhan melambat di tahun lalu, tahun 2014 PT Mandiri Investasi menargetkan dana kelolaan tumbuh 40 persen daripada tahun 2013 yang sebesar Rp 19,3 triliun.
Menurut Direktur utama Mandiri Investasi Muhammad Hanif, pihaknya sekarang melihat bahwa kinerja IHGS (Indeks Harga Saham Gabungan) naik. Begitu pula indikator lainnya; saat ini nilai tukar Rupiah berada di sekitar Rp 11.400 per USD, dan inflasi diproyeksikan 5,2 persen. Kalangan kelas menengah pun terus bertambah. “Maka kebutuhan investasi seperti reksadana akan terus berkembang di tahun 2014,” kata dia di Jakarta hari ini.
Dengan peningkatan 40 persen itu, pihaknya berharap bahwa dana kelolaan di akhir tahun 2014 menjadi Rp 26,5 triliun hingga Rp 27 triliun. “Sementara, dana kelolaan hingga Februari 2014 ini telah mencapai Rp 21,6 triliun.”
Target ini akan menjadikan Mandiri Investasi menjadi bank investasi terbesar di Indonesia. Mandiri Investasi pun, dia menambahkan, akan tetap memberikan layanan yang inovatif, komprehensif, dan berkelanjutan.
Di samping memasarkan secara konvensional melalui perbankan dan ritel, dalam waktu dekat ini pihaknya melakukan pengembangan di sisi ritel. Itu dengan membuka layanan situs internet investasi. (ZIZ)
EDITOR: DHI