Jakarta, TopBusiness – Indeks harga saham gabungan atau IHSG di PT Bursa Efek Indonesia hingga penutupan perdagangan hari ini, IHSG berpotensi menguat.
Penelitian Harian Samuel, Rabu, 26 Juli 2023 dari Samuel Research Team yang dipublikasikan PT Samuel Sekuritas Indonesia melalui website samuel.co.id, memperlihatkan bahwa judul IHSG Berpotensi Bergerak Menguat.
Pada perdagangan semalam (25/7), bursa AS ditutup menguat. Dow Jones naik 0,08%, S&P 500 0,61% dan Nasdaq 0,28%. Penguatan terjadi karena para investor mempertimbangkan laporan laporan keuangan perusahan kuartal II yang mulai rilis serta menanti keputusan The Fed pada hari Rabu terkait kenaikan suku bunga 0,25%.
Pasar komoditas hampir secara kesuluruhan ditutup menguat. Minyak naik 0,61% ke level USD 79,33/bbl, emas 0,58% ke level USD 2.006,50/toz, nikel 4,86% ke level USD 22.502,5, batubara 3,07% ke level USD 147,5/ton sedangkan CPO turun 2,35% ke level MYR 4.070.
Pada perdagangan kemarin, bursa Asia ditutup mixed Nikkei turun 0,06%, Hangseng naik 4,10%, dan Shanghai naik 2,13%.
IHSG ditutup menguat 0,28% ke level 6.917,7 dengan investor mencatatkan keseluruhan net buy sebesar Rp 636,2 miliar. Di pasar reguler, investor asing mencatatkan net buy sebesar Rp 613,9 miliar, dan pada negosiasi pasar tercatat net buy asing sebesar Rp 22,3 miliar. Net buy asing tertinggi di pasar reguler dicatatkan oleh BBCA (Rp 352.8 miliar), BBRI (Rp 194.2 miliar), dan TLKM (Rp 103.1 miliar). Net sell asing tertinggi di pasar reguler dicetak oleh ADRO (Rp 101,3 miliar), UNVR (Rp 65,9 miliar), dan ITMG (Rp 39,7 miliar). Penggerak terkemuka teratas menghasilkan BYAN, AMMN, GOTO, sementara penggerak tertinggal teratas menghasilkan UNVR, BRMS, TLKM.
Pagi ini pasar regional dibuka menguat Nikkei naik 0,06%, Kospi 0,08%. “Kami melemahnya IHSG akan bergerak menguat seiring sentimen positif pasa global dan regional,” demikian tertulis.
