Jakarta, TopBusiness – Gubernur Bank Indonesia (BI) Perry Warjiyo mengaku telah memfasilitasi 1.000 usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) naik kelas melalu pameran Karya Kreatif Indonesia (KKI).
“Pameran KKI ini menampilkan 1.000 UMKM yang naik kelas, go global dan go digital. Kita tetap menjadikan ini sebagai one top event kita,” ujar Perry dalam sambutan pembukaan Pameran KKI yang berlangsung di Hall B Jakarta Convention Center (JCC), Kamis (27/7/2023).
Dalam pameran yang berlangsung empat hari, 27-30 Juli 2023 ini, kata Perry, akan ada 89 business matching ekspor produk UMKM dengan 5 agregator secara nasional. Ragam produk yang dipamerkan di KKI antara lain produk kriya, kopi, serta makanan dan minuman.
Selain melibatkan mitra binaan Bank Indonesia, Pameran KKI juga menampilkan produk UMKM binaan enam kementerian dan lembaga, yakni dari Kementerian Perindustrian, Kementerian BUMN, Kementerian Koperasi dan UKM, Kemenparekraf, dan Dekranas (dewan Kerajinan Nasional).
Pameran KKI secara fisik atau offline diikuti 300 pelaku UMKM, sedangkan pameran online yang diadakan di website KKI diikuti sekitar 800 pelaku UMKM. Selain itu ada 21 lembaga keuangan yang terlibat dalam pameran ini.
“Dalam pameran KKI ini juga terdapat Pameran Kopi Nusantara yang diikuti 45 UMKM binaan Bank Indonesia,” tutur Perry dalam acara yang dihadiri sejumlah menteri antara lain Menparekraf Sandiaga Uno, Menkop UKM Teten Masduki, serta para pejabat eselon kementerian.
Sementara itu, Ketua Umum Dekranas, Wury Ma’ruf Amin dalam sambutannya mengucapkan terima kasih kepada BI yang selalu aktif untuk membina dan memajukan UMKM di seluruh Indonesia. “Sebagai ketua Dekranas, saya bangga sekali kepada Bank Indonesia dengan penyelenggaraan KKI ini. Semoga kegiatan ini terus berlanjut dan memberikan manfaat untuk para UMKM,” tuturnya.
Menurut Wury, sektor UMKM selama ini sudah memberikan kontribusi signifikan dalam menciptakan lapangan kerja dan meningkatkan pendapatan masyarakat. “UMKM berperan penting dalam perekonomian nasional. UMKM menciptakan produk unik dan memiliki nilai tambah. Produk UMKM tidak hanya memenuhi pasar lokal, tapi juga memiliki potensi ekspor yang sangat besar,” ujar dia.
