Jakarta, TopBusiness – Indeks harga saham gabungan atau IHSG di PT Bursa Efek Indonesia hingga penutupan perdagangan hari ini, IHSG berpotensi sideways.
Penelitian Harian Samuel, Senin, 31 Juli 2023 dari Samuel Research Team yang dipublikasikan PT Samuel Sekuritas Indonesia melalui website samuel.co.id, memperlihatkan bahwa judul IHSG Berpotensi Bergerak Sideways.
Pada penutupan Jumat lalu (28/7), pasar AS bergerak menguat. Dow Jones menguat 0,5%, S&P 500 0,99%, dan Nasdaq 1,9%. Setelah The Fed meningkatkan suku bunga, sekarang investor akan beralih fokus pada pendapatan big tech dan laporan pekerjaan AS untuk bulan Juli.
Pasar komoditas terpantau sideways pada Jumat (28/7) kemarin. Minyak WTI menguat 0,61% ke level USD 80,58/bbl, Brent 0,89% ke level USD 84,9/bbl, harga batubara melemah 3,56% di level USD 139,5/ton, nikel menguat 2,85% ke level USD 22.307 dan CPO melemah 1,3% ke level MYR 3.872. Harga emas terpantau menguat 0,69% ke level USD 1.959/toz.
Bursa Asia bergerak sideways pada Jumat (21/7) kemarin. Kospi menguat 0,17%, Nikkei melemah 0,4%, Hang Seng menguat 1,41%, dan Shanghai menguat 1,84%.
IHSG ditutup menguat 0,05% ke level 6.900,2. Indeks Saham Syariah Indonesia (ISSI) juga ikut menguat 0,02% ke level 208,6. Investor asing pada Jumat kemarin mencatatkan keseluruhan net sell sebesar Rp 727 miliar. Pada pasar reguler, investor asing mencatatkan net sell sebesar Rp 796,8 miliar, dan pasar negosiasi mencatatkan net buy asing Rp 69,8 miliar. Net sell asing tertinggi di pasar reguler didominasi oleh BBCA (Rp 390,7 miliar), TLKM (Rp 127 miliar), dan BBNI (Rp 112,6 miliar). Net buy asing tertinggi di pasar reguler dicatat oleh BMRI (Rp 57,1 miliar), MIDI (Rp 45,9 miliar), dan EXCL (Rp 44,8 miliar). Selain itu, top sector gainer adalah sektor IDXBASIC, sementara yang menjadi top sektor loser datang dari IDXTECH. Top leading movers emiten adalah BMRI, BBRI, ASII, sementara top lagging movers emiten adalah BYAN, BBCA, MDKA.
Pagi ini Nikkei melemah 0,4% dan KOSPI menguat 0,17%. “Kami memperkirakan IHSG berpotensi sideways pada hari ini, seiring dengan sentimen beragam dari pergerakan bursa global dan bursa regional,” demikian tertulis.
