TopBusiness
  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR
No Result
View All Result
  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR
No Result
View All Result
TopBusiness
No Result
View All Result

Indeks Manufaktur RI Lampaui Sejumlah Negara

Achmad Adhito
1 August 2023 | 16:50
rubrik: Ekonomi
Pengembangan Kawasan Industri Perlu Dana Besar dan Passion

Ilustrasi Pabrik/ Istimewa

Jakarta, TopBusiness—Purchasing Managers Index (PMI) Manufaktur Indonesia pada bulan Juli melampaui sejumlah negara. Di bulan tersebut, PMI Manufaktur Indonesia, seperti dirilis S&P Global, di 53,5 atau naik signifikan daripada Juni yang di 52,5.

“Kondisi seluruh sektor industri manufaktur di Indonesia kembali menguat pada bulan Juli, didukung oleh peningkatan permintaan,” kata Menteri Perindustrian RI (Menperin), Agus G. Kartasasmita, di Jakarta hari ini.

Menperin menjelaskan bahwa, di saat yang sama, PMI Manufaktur Malaysia ada di 47,8. Selanjutnya: Vietnam (48,7), Filipina (51,9), Taiwan (44,1), China (49,2), Jepang (49,6), Korea Selatan (49,4), Amerika Serikat (49,0), dan Jerman (38,8).

Capaian ini menunjukkan bahwa tingkat optimisme dari para pelaku industri manufaktur di Indonesia masih tinggi dan terus bergeliat di tengah ketidakstabilan kondisi global dan melemahnya pasar dunia.

“Ekspansi industri juga tercemin dari Indeks Kepercayaan Industri (IKI) pada bulan Juli yang mencapai 53,31. Artinya, tingkat ekspansi PMI Manufaktur Indonesia dan IKI ini sejalan,” tutur menteri tersebut.

Pada aspek kepercayaan diri dalam bisnis, PMI manufaktur Juli 2023 menunjukkan, para pelaku industri menyatakan tetap optimis terhadap produksi dalam setahun ke depan. Secara umum, perusahaan meyakini bahwa penjualan akan meningkat seiring dengan makin membaiknya kondisi ekonomi.

Hal ini juga senada dengan mayoritas responden IKI (66,1%) yang optimis terhadap kondisi usaha enam bulan ke depan. Mereka juga menyatakan yakin bahwa kondisi pasar akan membaik dan kepercayaannya karena kebijakan pemerintah pusat yang lebih baik.

Menperin menegaskan, beberapa indikator tersebut menunjukkan bahwa Indonesia tidak mengalami deindustrialisasi. “Sebab, pertumbuhan industri masih baik, berada di level ekspansif. Kontribusi terhadap PDB juga masih yang tertinggi dibandingkan sektor lainnya, termasuk kontribusi dari ekspor dan pajak,” paparnya.

BACA JUGA:   RI dan Belarusia Jajaki Joint Venture Strategis
Tags: agus kartasasmitadeindustrialisasiPMI Manufaktur Indonesia
Previous Post

Momen Heroik Kru Kapal MT Kakap

Next Post

KAN Serahkan Sertifikat Akreditasi ke SUCOFINDO

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Info Iklan
  • Disclaimer
  • Email

TopBusiness - Inspire Great Business Performance | All Rights Reserved

  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR