Jakarta, TopBusiness – PT Minahasa Membangun Hebat Tbk (IDX: HBAT) baru saja mencatatkan sahamnya di Bursa Efek Indonesia. Perseroan melepas saham sebanyak 240.740.800 lembar atau setara 23,13% dari modal ditempatkan dan disetor melalui mekanisme penawaran umum saham perdana atau initial public offering (IPO).
Dengan harga IPO yakni di angka Rp 108 per saham, maka emiten pengembang property di Minahasa, Sulawesi Utara itu meraih dana dalam aksi korporasi ini mencapai Rp 26 miliar.
Usai IPO, pihak HBAT pun siap mematok banyak target. Salah satunya terkait target pendapatan dan raihan laba bersih di tahun ini. Menurut Komisaris Utama Minahasa Membangun Hebat Rommy Posma Leke, perseroan mengincar pendapatan sebesar Rp40 miliar dan laba bersih hingga Rp 15 miliar usai IPO ini.
“Untuk pendapatan hingga akhir tahun kami diproyeksikan tetap meningkat dari tahun lalu. Apalagi saat ini sedang ada kluster baru yang siap dibuka. Dengan begitu, kami melihat laba bersih bisa juga di sekitaran Rp 14-15 miliar pada akhir tahun ini,” tutur Rommy, di Jakarta, Senin (7/8/2023).

Di akhir tahun lalu, HBAT mencatatkan pendapatan Rp33,86 miliar, melesat 186% dari tahun sebelumnya Rp11,85 miliar. Hingga Mei 2023, pendapatan perseroan naik 68% menjadi Rp 11,98 miliar dari periode Mei 2022 sebesar Rp 7,13 miliar. Kenaikan pendapatan itu mendorong laba bersih perusahaan meroket 494% menjadi Rp13,91 miliar di 2022, dari Desember 2021 yang hanya Rp2,34 miliar. Hingga Mei 2023, laba bersih mencapai Rp2,37 miliar, meningkat 13% dari Mei 2022 senilai Rp2,10 miliar.
Saat ini, aset Perseroan sebesar Rp41,27 miliar per Mei 2023, dari Desember 2022 Rp 39,57 miliar dengan total kewajiban Rp2,67 miliar (Mei 2023) dari Rp3,33 miliar di Desember 2022. Sementara itu, ekuitas mencapai Rp38,61 miliar per Mei 2023 dari tahun lalu Rp36,24 miliar.
“Rasio utang kami juga masih di level yang sangat terkendali dengan rasio debt to equity ratio atau DER yang baru mencapai 0,07 kali sehingga ruang bagi kami untuk ekspansi sangat terbuka,” ditambahkan Direktur HBAT, Andrie Rianto.
Memang untuk menggenjot pertumbuhan kinerja tersebut, Minahasa Membangun Hebat pun tengah buka kluster baru dan sudah jalan tahap I dan II. Pada akhir 2023, Perseroan sedang menggarap klaster baru bernama The Valley. Sedangkan, Perseroan mencatatkan marketing sales atau prapenjualan hingga Mei 2023 sekitar 46-50 persen.
Direktur Utama Minahasa Membangun Hebat Go Ronny Nugroho menegaskan, usai IPO ini HBAT akan mengakuisi landbank seluas 38.000 m2 milik Hendra Sutanto di Desa Warembungan, Kecamatan Pineleng, Kabupaten Minahasa, Sulut. Kemudian tanah seluas 1.323 m2 milik Jon Fieris di Desa/Kelurahan Malalayang Satu Timur, Kecamatan Malalayang, Kota Manado. Dan juga tanah seluas 1.050 m2 juga milik Jon Fieris di Desa/Kelurahan Malalayang Satu Timur, Kecamatan Malalayang, Kota Manado.
“Lokasi bidang-bidang tanah tersebut cukup strategis dan sudah terdapat aksesibilitas menuju lokasi, sehingga lahan-lahan itu memiliki potensi yang baik untuk dijadikan landbank guna dikembangkan sebagai proyek perumahan perseroan di kemudian hari,” ungkap Ronny.
Lanjut Ronny, beberapa faktor yang akan mendorong pertumbuhan bisnis HBAT ke depan ialah dari sisi makro. Untuk pertumbuhan ekonomi Indonesia di 2022 meningkat 5,31% dari 2021 berdasarkan data Badan Pusat Statistik. Dalam skala regional, ekonomi Sulut di 2022 juga tumbuh 5,42%, lebih tinggi dari 2021 yang naik 4,16%, sehingga memberikan optimisme pemulihan ekonomi pasca-pandemi COVID-19.
Di sisi lain, berdasarkan data Kementerian PUPR 2022, saat ini penyediaan perumahan masih dihadapkan tantangan besar untuk menyelesaikan 12,71 juta backlog rumah tangga, dan terus bertambah 600.000-800.000 rumah tangga baru setiap tahun.
“Peningkatan angka backlog ini menjadi salah satu peluang bagi perusahaan property agar dapat memenuhi permintaan masyarakat terhadap rumah tinggal, tujuan ini sejalan dengan target pemerintah demi menurunkan angka backlog,” ujar Ronny.
