TopBusiness
  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR
No Result
View All Result
  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR
No Result
View All Result
TopBusiness
No Result
View All Result

Jepang Akan Bangun Industri Garam Senilai Rp 200 Miliar di NTT

Nurdian Akhmad
3 June 2016 | 13:44
rubrik: Business Info

Jakarta-Thebusinessnews. Perusahaan asal Jepang berminat untuk membangun pabrik garam industri dan garam rumah tangga di Nusa Tenggara Timur (NTT). Badan Koordinasi Penanaman Modal mengindentifikasi adanya nilai investasi sebesar Rp 200 miliar pada tahap awal. Saat ini perusahaan memasuki tahap research dan berencana menjadikan  NTT sebagai lokasi pabrik

.
Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Franky Sibarani menyatakan bahwa BKPM akan terus membantu agar minat investasi ini segera terealisasi, karena pembangunan pabrik garam dapat menimbulkan multiplier effect. Selain masuknya investasi, diharapkan dapat mengurangi jumlah impor garam.
”Jadi untuk pembangunan pabrik ini diperkirakan ada investasi sebesar Rp 200 miliar untuk satu pabrik. Perusahaan sangat tertarik, karena selain jumlah penduduk Indonesia banyak, kita juga masih impor garam, jadi pasar mereka masih sangat luas di Indonesia. Tentu saja kita juga mendapat keuntungan. Selain masuknya investasi, terserapnya tenaga kerja, kita juga bisa mengurangi impor garam,” jelas Franky dalam keterangan kepada pers, Jumat (3/6/2016).
Pejabat Promosi Investasi kantor perwakilan BKPM (IIPC) Tokyo Saribua Siahaan menyatakan kesiapannya untuk memfasilitasi proses perizinan dan mengawal proyek ini. “Kami sampaikan pada perusahaan bahwa saat ini mengurus perizinan investasi di Indonesia jauh lebih mudah sejak adanya PTSP dan sistem perizinan online. Kantor kami di Tokyo siap memfasilitasi setiap minat investor Jepang yang mau berinvestasi di Indonesia,” ujarnya.

Saribua menambahkan bahwa faktor cuaca di NTT dan adanya 40% jumlah penduduk dari Asean Economy Community menambah keyakinan perusahaan untuk membangun pabrik di Indonesia. “Kami juga informasikan bahwa jumlah kadar air laut di NTT cukup baik untuk memproduksi garam. Selain itu, lokasinya jauh dari keramaian dan memiliki lahan yang cukup luas untuk pembangunan proyek pabrik garam di NTT,” lanjut Saribua.(red)

BACA JUGA:   PIS Subholding Pertamina Siap jadi Player Global
Previous Post

Ketua OJK Raih Perhargaan dari Global Good Governence

Next Post

Sambut Ramadhan, RPX Siapkan 1-Drop

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Info Iklan
  • Disclaimer
  • Email

TopBusiness - Inspire Great Business Performance | All Rights Reserved

  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR