Jakarta, TopBusiness—Angkasa Pura I menghentikan sisa penawaran obligasi berkelanjutan , dan sukuk ijarah berkelanjutan, yang diterbitkan sedari tahun 2021. Adapun penyebabnya adalah pemulihan industri penerbangan yang sebelumnya terdampak Covid-19.
“Selain itu, implementasi transformasi bisnis kami yang konsisten sejak tahun 2022, telah mendukung peningkatan likuiditas perusahaan,” kata Direktur Keuangan dan Manajemen Risiko Angkasa Pura I, Yudi Rizkyardie Darun, dalam keterbukaan informasi untuk Bursa Efek Indonesia (BEI), hari ini.
Saat ini, kebutuhan dana Angkasa Pura I telah dapat tercukupi.
Ia pun menjelaskan bahwa penawaran yang dihentikan tersebut merupakan Penawaran Umum Berkelanjutan Obligasi Berkelanjutan I Angkasa Pura I Tahun 2021, dan Penawaran Umum Berkelanjutan Sukuk Ijarah Berkelanjutan I Angkasa Pura I Tahun 2021.
Obligasi Berkelanjutan tersebut punya target dana dihimpun sebesar Rp 2,35 triliun. Sementara, Sukuk Ijarah Berkelanjutan tersebut, punya target Rp1,5 triliun. Dana yang telah dihimpun dari Obligasi Berkelanjutan tersebut di Rp1,115 trilun. Sedangkan yang dari Sukuk Ijarah Berkelanjutan tersebut sebesar Rp496 miliar,
Angkasa Pura I selanjutnya memutuskan menghentikan penawaran yang tersisa dari obligasi dan sukuk tersebut sebesar Rp2.23 triliun.
