Jakarta, TopBusiness – Indeks harga saham gabungan atau IHSG di PT Bursa Efek Indonesia hingga penutupan perdagangan hari ini, berpotensi lanjutkan pelemahan.
Penelitian Harian Samuel, Rabu, 13 September 2023 dari Samuel Research Team yang dipublikasikan PT Samuel Sekuritas Indonesia melalui website samuel.co.id, memperlihatkan judul IHSG Berpotensi Melanjutkan Pelemahan.
Bursa AS ditutup cenderung melemah pada Selasa (12/9). Dow Jones -0,05%, diikuti S&P 500 0,57% dan Nasdaq 1,04%. Pasar AS terseret sentimen negatif saham-saham teknologi setelah Oracle–saham perangkat lunak–mencatatkan penjualan kuartal terakhir di bawah estimasi dan saham Apple yang jatuh 1,7%, saat pengumuman model produk iPhone terbarunya. Dengan harga minyak yang mulai menyentuh level tertinggi sejak November di berbagai daerah, investor AS pekan ini akan lebih berfokus kepada Indeks Harga Konsumen dan Indeks Harga Produsen untuk menilai estimasi inflasi.
Pasar komoditas terpantau bergerak cenderung turun. Minyak naik 1,72% ke level USD 88,7/bbl, batubara 0,63% ke level USD 159,0/ton, sebaliknya nikel melemah 2,86% ke level USD 19.896 dan CPO 1,31% di level MYR 3.688. Emas terpantau -0,49% ke level USD 1.936/toz.
Bursa Asia pada Selasa (12/9) ditutup relatif lemah. Nikkei naik 0,95%, Hang Seng turun 0,39%, dan Shanghai 0,18%.
IHSG ditutup melemah 0,42% ke level 6.934,0 dengan investor asing mencatatkan keseluruhan net sell sebesar Rp 563,8 miliar. Di pasar reguler, investor asing mencatatkan net sell sebesar Rp 882,5 miliar, dan pada pasar negosiasi tercatat net buy asing Rp 318,7 miliar. Net sell asing tertinggi di pasar reguler dicatatkan oleh BBCA (Rp 238,6 miliar), BBNI (Rp 133,1 miliar), dan BBRI (Rp 128,1 miliar). Net buy asing tertinggi di pasar reguler dicetak TLKM (Rp 32,7 miliar), INKP (Rp 23,8 miliar), dan BUKA (Rp 19,2 miliar). Top leading movers emiten AMMN, MEDC, dan BRPT, sementara top lagging movers emiten BYAN, BBRI, BMRI.
Pagi ini, NIKKEI melemah 0,11% dan KOSPI menguat 0,07%. “Kami memperkirakan IHSG berpotensi melanjutkan pelemahan hari ini, seiring dengan sentimen negatif dari pergerakan bursa global dan regional,” demikian tertulis.
