Jakarta, TopBusiness – Indeks harga saham gabungan atau IHSG di PT Bursa Efek Indonesia hingga penutupan perdagangan hari ini, berpotensi melemah.
Penelitian Harian Samuel, Rabu, 20 September 2023 dari Samuel Research Team yang dipublikasikan PT Samuel Sekuritas Indonesia melalui website samuel.co.id, memperlihatkan judul IHSG Berpotensi Melemah.
Bursa AS ditutup turun pada Selasa (19/9). Dow Jones -0,31%, S&P 500 0,22% dan Nasdaq 0,23%. Pasar AS terseret sentimen negatif saat investor enggan mengambil aksi di pasar dan memilih untuk menantikan hasil dari rapat The Fed pekan ini.
Pasar komoditas terpantau bergerak cenderung turun. minyak turun 1,17% ke level USD 91,2/bbl, batubara naik 0,30% ke level USD 168,2/ton, nikel +0,39% ke level USD 19.999 dan CPO melemah 0,03% di level MYR 3.748. Sedangkan harga emas terpantau melemah 0,11% ke level USD 1.952/toz.
Bursa Asia pada Selasa (19/9) ditutup sideways. Nikkei 0,00%, Hang Seng naik 0,37%, dan Shanghai turun 0,03%.
IHSG ditutup menguat 0,64% ke level 6.980,3 dengan investor asing mencatatkan keseluruhan net buy Rp 389,4 miliar. Di pasar reguler, investor asing mencatatkan net buy sebesar Rp 43,1 miliar, dan pada pasar negosiasi tercatat net buy asing Rp 346,3 miliar. Net buy asing tertinggi di pasar reguler dicatatkan TLKM (Rp 58,4 miliar), MDKA (Rp 35,2 miliar), dan MEDC (Rp 34,8 miliar). Net sell asing tertinggi di pasar reguler dicetak BBRI (Rp 80,1 miliar), BBNI (Rp 29,8 miliar), dan ADRO (Rp 29,6 miliar). Top leading movers emiten BMRI, TLKM, dan MDKA, sementara top lagging movers emiten BYAN, GOTO, MSIN.
Pagi ini, NIKKEI menguat 0,03% dan KOSPI melemah 0,15%. “Kami memperkirakan IHSG berpotensi turun hari ini, seiring dengan sentimen negatif dari pergerakan bursa global dan regional,” demikian hasil penelitian.
