Jakarta-Thebusinessnews. PT Bank Jawa Barat Banten Tbk (BJBR) berencana melakukan pengalangan dana melalui proses right Issue. Sebelum melancarkan aksi itu BJBR meminta pertimbangan kepihak terkait.
Direktur Keuangan Nia Kania menyampaikan pihaknya sedangan melakukan konsultasi pada Kementarian Dalam Negeri dan BPK ( Badan Pemeriksaan Keuangan ).”Tapi kajianya lebih banyak ke Kementerian Dalam Negeri setelah itu baru sama sama ke BPK.” Terang dia di Jakarta,Rabu(15/6/2016).
Ia menjelaskan, konsultasi kepada dua instansi itu lebih kepada aspek pembukuan aset pada pemerintahan daerah Jawa Barat dan Banten setelah aksi itu.”Kami akan lepas saham baru untuk pemilik existing ( pemda Jabar,Banten dan kabupaten/kota se Jabar Banten) dan publik.” Ujar dia.
Namum ia menginggatkan, setelah aksi korporasi itu komposisi kepemilikan saham tetap pada 75% oleh pemda Jawa Barat dan Banten serta Pemkab/Pemkot se Jawa Barat dan Banten dan 25% persen publik.” Namum itu rencana itu belum kami sampaikan ke Bursa Efek Indonesia.” Tutur dia.
Ia menambahkan penggalangan dana itu untuk menambah ratio permodalan atau CAR ( Capital Adequacy Ratio), sebab pada posisi kuartal I 2016 sebesar 14,9% turun dibandingkan posisi kuartal IV 2015 sebesar 16,2%.” Salah satu tujuan rigth issue untuk penambahan modal dan ekspansi kredit.” Ujar dia.
Disamping rencana rigths issue, pihaknya telah melakukan revaluasi aset untuk meningkatkan CAR.” Sekarang penilai publik tengah menilai aset tetap kami.” Tutur dia.(az)