TopBusiness
  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR
No Result
View All Result
  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR
No Result
View All Result
TopBusiness
No Result
View All Result

RI Perlu Waspada Menipisnya Surplus Neraca Perdagangan

Achmad Adhito
18 October 2023 | 15:05
rubrik: Ekonomi
FOTO – Pandemi Covid-19 Berdampak pada Peningkatan Biaya Ekspor- Impor Barang

Foto: Rendy MR/TopBusiness

Jakarta, TopBusiness—Menteri Perdagangan RI (Mendag) Zulkifli Hasan menuturkan, neraca perdagangan Indonesia pada September 2023 kembali mencatatkan surplus perdagangan sebesar USD 3,42 miliar. Surplus tersebut lebih tinggi dibandingkan bulan Agustus 2023 yang sebesar USD 3,12 miliar. Nilai surplus ini terdiri atas surplus nonmigas sebesar USD 5,34 miliar dan defisit migas USD 1,92 miliar.

“Meskipun tren surplus neraca perdagangan masih berlanjut hingga bulan September 2023, Indonesia perlu mewaspadai menipisnya surplus perdagangan seiring dengan melemahnya harga komoditas di pasar global dan perlambatan kinerja perdagangan serta perekonomian global dibanding tahun lalu,” kata menteri tersebut secara tertulis ke wartawan pada hari ini.

Untuk mempertahankan surplus perdagangan di tahun ini, Kementerian Perdagangan (Kemendag) melakukan upaya-upaya untuk mendorong ekspor bernilai tambah tinggi serta melakukan promosi ekspor. “Salah satunya melalui pelaksanaan Trade Expo Indonesia (TEI) ke-38 yang akan berlangsung pada 18—22 Oktober 2023,” ujar Mendag Zulkifli.

Ditinjau berdasarkan negara mitra dagang, surplus perdaganganIndonesia bulan September 2023 terjadi dengan beberapa negara di antaranya India sebesar USD 1,14 miliar, Amerika Serikat (AS) sebesar USD 1,01miliar, dan Filipina sebesar USD 0,74 miliar.

Adapun negara penyumbang defisit perdagangan pada September 2023 adalah Australia (USD 0,56 miliar), Singapura (USD 0,53 miliar), dan Thailand (USD 0,23 miliar).

Secara kumulatif, pada periode Januari—September 2023, neraca perdagangan Indonesia mencatatkan surplus sebesar USD 27,75 miliar.

Nilai ini berasal darisektor nonmigas USD 41,73 miliar dan defisit sektor migas sebesar USD 13,97 miliar. “Angka surplus ini lebih rendah USD 12,10 miliar jika dibandingkan periode yang sama tahun lalu,” menteri tersebut mengatakan.

BACA JUGA:   Neraca Perdagangan Surplus di Juli 2024
Tags: kemendagneraca perdagangan surplusZulkifli Hasan
Previous Post

Diakui Global, PHE Sukses Raih Penghargaan Taiwan Innotech Expo

Next Post

Asuransi Sinar Mas Dukung OJK untuk Tingkatkan Literasi Keuangan di Desa Air Sempiang

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Info Iklan
  • Disclaimer
  • Email

TopBusiness - Inspire Great Business Performance | All Rights Reserved

  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR