Jakarta, TopBusiness – Indeks harga saham gabungan atau IHSG di PT Bursa Efek Indonesia hingga penutupan perdagangan hari ini, berpotensi melemah.
Penelitian Harian Samuel, Senin, 23 Oktober 2023 dari Samuel Research Team yang dipublikasikan PT Samuel Sekuritas Indonesia melalui website samuel.co.id, memperlihatkan judul IHSG Berpotensi Melemah.
Pada penutupan Jumat lalu (20/10), pasar AS bergerak melemah. Dow Jones melemah 0,86%, S&P 500 1,26%, dan Nasdaq 1,53%.Penurunan terjadi dipengaruhi oleh kekhawatiran tentang keadaan ekonomi, yang dipicu oleh kenaikan tajam Yield UST 10Y.
Pasar komoditas terpantau menguat pada Jumat (20/10) kemarin. Minyak WTI melemah 2,5% ke level USD 88,08/bbl, diikuti Brent 0,24% ke level USD 92,2/bbl, harga batubara menguat 0,7% di level USD 143/ton, nikel +0,49% ke level USD 18.648 dan CPO menguat 0,67% ke level MYR 3.771. Harga emas terpantau menguat 0,4% ke level USD 1.994/toz.
Bursa Asia bergerak melemah pada Jumat (20/0) kemarin. Kospi melemah 1,69%, menyusul Nikkei 0,54%, Hang Seng 0,72%, dan Shanghai 0,74%.
IHSG ditutup menguat 0,04% ke level 6.849,2. Indeks Saham Syariah Indonesia (ISSI) ditutup melemah 0,28% ke level 211,6. Investor asing pada Jumat kemarin mencatatkan keseluruhan net sell sebesar Rp 289,6 miliar. Pada pasar reguler, investor asing mencatatkan net sell Rp 250,2 miliar, dan pasar negosiasi mencatatkan net sell asing Rp 39,4 miliar. Net sell asing tertinggi di pasar reguler didominasi oleh BMRI (Rp 107,7 miliar), ASII (Rp 85,5 miliar), dan TLKM (Rp 64,9 miliar). Net buy asing tertinggi di pasar reguler dicatat oleh BBCA (Rp 79,2 miliar), BBRI (Rp 75,3 miliar), dan BRPT (Rp 43,8 miliar).
Selain itu, top sector gainer adalah sektor IDXHLTH, sementara yang menjadi top sektor loser datang dari IDXTECH. Top leading movers emiten adalah BBCA, BBRI, AMMN, sementara top lagging movers emiten adalah GOTO, TLKM, BYAN.
Pagi ini Nikkei melemah 0,42% dan Kospi 0,36%. “Kami memperkirakan IHSG berpotensi melemah pada hari ini, seiring dengan sentimen beragam dari pergerakan bursa global dan bursa regional,” demikian tertera dalam laporan.
