Jakarta, TopBusiness – Program marketing Tabungan milik PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk. sukses meraih penghargaan bergengsi pada ajang Marketing Excellence Awards 2023 atau penghargaan di tingkat global.
Marketing Excellence Awards 2023 sendiri digelar oleh Marketing Interactive, sebuah lembaga terkemuka di Asia yang menaungi periklanan, pemasaran, dan media di Singapura, Hong Kong, Malaysia, Filipina, Indonesia, dan Thailand.
Corporate Secretary Bank BTN Ramon Armando mengatakan, selaras dengan perubahan jaman, Bank BTN terus berinovasi menghadirkan program promosi yang mampu menyentuh masyarakat. Adanya penghargaan tersebut, lanjutnya, menjadi apresiasi positif atas berbagai inovasi yang telah dilakukan Bank BTN.
“Penghargaan ini tentunya menjadi pengingat bagi kami untuk terus berinovasi di segala sisi mulai dari bisnis hingga promosi, terutama untuk mendukung misi utama kami yakni memenuhi kebutuhan perumahan masyarakat Indonesia,” ujar Ramon di Jakarta, Selasa (31/10/2023).
Adapun, Bank BTN meraih penghargaan Silver Winner Marketing Excellence Award 2023 untuk kategori Excellence in Omnichannel.
Penghargaan tersebut merupakan kerja sama Bank BTN dengan agensi digital Leverate. Penghargaan tersebut diberikan atas promosi produk Tabungan Bisnis Bank BTN berjudul “Unleash Business Success: The Ultimate Tabungan Bisnis-Igniting Growth”.

Sebelumnya, program promosi Bank BTN juga meraih penghargaan internasional dalam ajang Mob-Ex Awards 2023 untuk kategori Best Campaign Banking & Finance di Asia dan Oseania. Penghargaan tersebut diraih atas prestasi Bank BTN melalui BTN Properti di media sosial.
Untuk diketahui, sebagai bank yang fokus pada pembiayaan perumahan, BTN selalu melakukan inovasi untuk mendorong masyarakat memiliki hunian impian. Langkah ini juga sebagai upaya BTN membantu pemerintah dalam rangka menekan angka backlog.
Belum lama ini, BTN pun menyambut baik rencana insentif pemerintah yang menanggung PPN untuk harga rumah sampai dengan Rp 2 miliar. Rencana tersebut dinilai akan menjaga tren pertumbuhan penyaluran kredit pemilikan rumah (KPR) di perseroan tumbuh dua digit.
Pemerintah juga memberikan insentif bagi MBR berupa bantuan biaya pengurusan administrasi rumah mulai dari Bea Perolehan Hak atas Tanah dan Bangunan (BPHTB) dan lainnya mencapai Rp 4 juta.
Direktur Consumer Bank BTN Hirwandi Gafar beberapa waktu lalu mengatatakan, pihaknya mengapreasiasi langkah pemerintah memberikan insentif tersebut, terutama untuk mempermudah masyarakat Indonesia memiliki hunian.
Insentif tersebut, lanjutnya, juga akan mendorong penyaluran KPR karena mayoritas calon pembeli rumah masih menjadikan KPR sebagai pilihan utama untuk memiliki rumah.
Di Bank BTN sendiri, lebih dari 90% portofolio KPR BTN masih didominasi oleh rumah dengan harga di bawah Rp 2 miliar, termasuk di dalamnya yakni segmen rumah murah. Selain fokus menyalurkan KPR Subsidi, Bank BTN juga intens menyasar KPR Non-Subsidi yang membidik segmen emerging affluent. Strategi tersebut dieksekusi dengan membuka tiga Sales Center di BSD, Kelapa Gading, dan Surabaya.
“Hingga Agustus 2023, kami mencatatkan portfolio KPR baik Subsidi maupun Non-Subsidi tumbuh double digit di atas 10%. Dengan ada insentif tersebut, kami optimistis tren pertumbuhan KPR masih berlanjut hingga akhir 2024,” ujar Hirwandi.
Hirwandi juga menuturkan saat ini sebanyak hampir 90% dari total nasabah KPR BTN merupakan pembeli rumah pertama dengan pembelian langsung melalui lebih dari 7.000 mitra developer BTN. Sehingga, dengan stimulus pemerintah tersebut, semakin banyak masyarakat Indonesia dapat memiliki hunian sendiri sehingga menekan angka backlog.
