Jakarta, TopBusiness – Indeks harga saham gabungan atau IHSG di PT Bursa Efek Indonesia hingga sesi penutupan perdagangan hari ini berpotensi rebound.
Melalui website samuel.co.id, daily report Samuel Sekuritas Indonesia, Kamis (02/11/2023) memperlihatkan judul IHSG Berpotensi Rebound.
Pada penutupan perdagangan semalam (1/11) bursa AS ditutup menguat. Dow Jones naik 0,67%, diikuti S&P 500 1,05% dan Nasdaq 1,64%. Kenaikan pasar di picu oleh keputusan the Fed yang mempertahankan tingkat suku bunga di bulan ini.
Pasar komoditas ditutup mayoritas melemah. Minyak turun 0,69% ke level USD 80,91/bbl, emas 0,11% ke level USD 1.991/bbl, nikel 0,80% ke level USD 17.986, batubara 6,08% ke level USD 119,65/ton.
Pada penutupan kemarin, bursa Asia ditutup mixed. Nikkei +2,41%, Shanghai +0,14% dan Hangseng -0,06%.
IHSG juga ditutup turun 1,63% ke level 6.642,42 dengan investor asing mencatatkan keseluruhan net sell Rp 1.093,3 miliar.Di pasar reguler, investor asing mencatatkan net sell Rp 1.009,3 miliar, dan pada pasar negosiasi tercatat net sell asing Rp 84 miliar. Net sell asing tertinggi di pasar reguler dicetak oleh BBRI (Rp 388,2 miliar), BBCA (Rp 318,4 miliar), dan ASII (Rp 186 miliar). Net buy asing tertinggi di pasar reguler dicatatkan oleh AMMN (Rp 163,2 miliar), BBNI (Rp 79 miliar), dan TLKM (Rp 44,5 miliar). Top leading movers emiten TLKM, AMMN, GOTO, sementara top lagging movers emiten BBRI, BREN, BBCA.
Pagi ini bursa regional dibuka menguat. Nikkei naik 1,21%, Kospi +1,45%. “Kami perkirakan IHSG akan bergerak rebound hari ini seiring sentimen global dan regional,” demikian isi laporan.
