Jakarta, TopBusiness – Beberapa hari ni santer kabar di kalangan pelaku pasar bahwa saham PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk. (GOTO) bakal melakukan aksi reverse stock split. Namun ternyata isu tersebut kabar bohong atau hoax. Untuk itu, pihak Bursa Efek Indonesia pun bakal menggelar investigasi siapa yang pertama kali menyebar kabar bohong tersebut.
Sebelumnya di kalangan investor beredar kabar bahwa saham GOTO akan ditiadakan sementara dari perdagangan di pasar tunai karena terjadi perubahan harga setelah terjadi reverse stock split.
Untuk itu, menurut Direktur Penilaian I Gede Nyoman Yetna mengatakan, hingga saat ini BEI baru melakukan klarifikasi melalui sosial media dan informasi pengumuman bursa.
“Pertama, informasi itu kan diedarkan oleh pihak yang tak tahu siapa. Kedua, dari kami sendiri yang dilakukan untuk menyampaikan informasi tersebut lewat media sosial dan informasi bursa. Bahwa hal itu (hoax) tak benar,” ujar Nyoman saat ditemui di gedung BEI Jakarta, Rabu (8/11/2023).
Sebagai informasi, reverse stock split adalah penggabungan jumlah lembar saham, sehingga menjadi jumlah lembar yang lebih sedikit dengan menggunakan nilai nominal yang lebih tinggi per lembar sahamnya secara proporsional.
Reverse stock split sendiri dilakukan dengan tujuan untuk penyelamatan perusahaan emiten agar tetap memenuhi persyaratan untuk tetap menjaga status listing dalam perdagangan pasar modal.
Saham GOTO sendiri sempat nyungsep paling dalam yakni mencapai 84,02% dari harga IPO yakni ke level terbawahnya di angka Rp54 per saham yang trejadi pada perdagangan 16 Oktober 2023 lalu. Sementara harga IPO GOTO sendiri di posisi Rp338 per saham. Adapun harga saham GOTO hari ini sebesar Rp75 per saham. Dan masih di zona merah dari perdagangan sebelumnya.
Kata Nyoman, BEI memastikan akan menelusuri dari mana informasi palsu tersebut berasal. “Kita sedang cari pihaknya lewat mana informasi itu disampaikan,” ucapnya.
Nyoman menegaskan, yang paling penting pihaknya telah melakukan keseimbangan informasi kepada publik bahwa informasi tersebut tidak benar.
“Kami di bursa arahnya nggak kesana (ke arah hukum). Yang kami lakukan informasi ini dari pihak mana sehingga kami tau yang kita lakukan dari kemarin kita sudah lakukan proses tersebut,” tandas dia.
Sebelumnya, dalam tangkapan layar surat pengumuman Bursa Efek Indonesia (BEI) yang beredar di kalangan investor, disebutkan bahwa perdagangan saham GOTO akan diberhentikan mulai Rabu, tanggal 8 November atau hari ini karena adanya perubahan nilai nominal baru sebesar Rp450.- per saham.
“Awal perdagangan saham GOTO dengan nilai nominal baru sebesar Rp450.- per saham hasil Reverse Stock di Pasar Reguler dan Pasar Negosiasi dilaksanakan mulai tanggal 8 November 2023, sehingga saham GOTO dengan nilai nominal lama tidak dapat diperdagangkan lagi,” sebagaimana tertulis di surat tersebut.
Dalam surat yang disebut bernomor Peng-00123/BEI.POP/11-2023, BEI mengambil kepitusan dengan merujuk pada surat dari GOTO bernomor CSE/7/6272 tertanggal 6 November 2023 tentang aksi korporasi reverse stock split.
Atas hal ini, disebutkan Bursa disebut meniadakan perdagangan saham GOTO di pasar tunai mulai tanggal 8-9 November 2023. Dan akan mengawali perdagangan saham GOTO dengan nominal baru Rp450.- pada 10 November 2023. Surat tersebut tidak bertanda tangan direksi. Namun, tertulis akan ditandatangani pada Selasa, (7/11/2023).
