Jakarta, TopBusiness – Indeks harga saham gabungan atau IHSG di PT Bursa Efek Indonesia hingga sesi penutupan perdagangan hari ini berpotensi melemah.
Melalui website samuel.co.id, daily report Samuel Sekuritas Indonesia, Jumat (17/11/2023) memperlihatkan judul IHSG Berpotensi Melemah.
Bursa AS ditutup cenderung menguat pada Kamis (16/11). Dow Jones -0,13%, S&P 500 +0,12% dan Nasdaq +0,07%. Dow ditutup melemah seiring dengan pelemahan dari saham Walmart dan kekhawatiran investor akan data ekonomi yang lebih rendah dari perkiraan.
Pasar komoditas terpantau bergerak melemah. Minyak -4,90% ke level USD 72,9/bbl, batubara 0,12% di level USD 123/ton, nikel 2,02% ke level USD 17.129/ton dan CPO 0,45% di level MYR 4.000. Sedangkan harga emas terpantau menguat 1,17% ke level USD 1.987/toz.
Bursa Asia pada Kamis (16/11) ditutup mayoritas melemah. Nikkei -0,36%, Hang Seng 1,36%, dan Shanghai 0,71%.
IHSG ditutup flat -0,00% di level 6.958 dengan investor asing hari ini mencatatkan keseluruhan net sell sebesar Rp 16,1 miliar. Di pasar reguler, investor asing mencatatkan keseluruhan net buy Rp 405,6 miliar. Di pasar reguler, investor asing mencatatkan net buy Rp 267,5 miliar, dan pada pasar negosiasi tercatat net buy asing Rp 138,1 miliar. Net buy asing tertinggi di pasar reguler dicatatkan BBCA (Rp 153,9 miliar), BMRI (Rp 94,3 miliar), dan AMMN (Rp 70,8 miliar). Net sell asing tertinggi di pasar reguler dicetak FILM (Rp 144,4 miliar), ICBP (Rp 26,2 miliar), dan PGAS (Rp 26,2 miliar). Top leading movers emiten BYAN, ASII, BBCA, sementara top lagging movers emiten MBMA, TLKM, MDKA.
Pagi ini, Nikkei dibuka melemah 0,38% dan KOSPI 0,44%. “Kami perkirakan IHSG hari ini akan bergerak melemah, seiring dengan sentimen global dan regional,” demikian isi laporan.
