Jakarta, TopBusiness – PT Jalin Pembayaran Nusantara (Jalin) bagian dari Holding BUMN Danareksa mengambil langkah antisipatif dalam menghadapi lonjakan transaksi keuangan selama libur Natal dan tahun baru (Nataru).
Direktur Operations Jalin Argabudhy Sasrawiguna menyebutkan, lonjakan transaksi keuangan diproyeksikan terjadi saat 21 Desember 2023 hingga 2 Januari 2024.
Oleh karena itu, Jalin mempersiapkan dukungan operasional terhadap penyelenggaraan infrastruktur sistem pembayaran. Termasuk pengelolaan transaksi keuangan melalui jaringan LINK, seperti di kanal ATM & CRM, debit, serta kanal digital mobile banking, QRIS domestik, dan QRIS antarnegara.
“Jalin melakukan optimalisasi monitoring center, peningkatan kapasitas infrastruktur, analisis historis, serta strategi mitigasi dan pemulihan ketika menghadapi bencana alam,” ujar Argabudhy dalam keterangannya, Senin (18/12/2023).
Kesiapan untuk mendukung operasional bank dan fintech ketika periode Natal dan tahun baru, dilakukan lewat mitigasi risiko dan analisa data berbasis historis. Melalui implementasi pemantauan langsung akan dapat mendeteksi secara cepat anomali transaksi yang timbul agar tindakan pemulihan dapat segera dilaksanakan.
Selain itu, dengan model analisis data berbasis pemantauan historis, Jalin juga dapat memprediksi serta merencanakan kapasitas yang dibutuhkan untuk mengelola lonjakan transaksi selama periode Natal dan tahun baru.
“Posko 24/7 (24 jam 7 hari) yang kami dedikasikan selama Nataru hadir dengan tujuan melayani kebutuhan seluruh member perbankan dan fintech. Dengan harapan setiap isu operasional dapat segera ditangani dengan cepat dan tepat,” kata dia.
Selain itu, lanjut Argabudhy, memperkuat keterlibatan dengan menyediakan dedicated liason untuk mendukung penuh setiap member. Tujuannya untuk memastikan terwujudnya transaksi yang aman dan nyaman bagi masyarakat selama menikmati liburan natal dan tahun baru kali ini.
PT Jalin Pembayaran Nusantara (Jalin) merupakan perusahaan berbasis teknologi layanan keuangan yang didirikan pada tahun 2016 atas inisiatif bersama Kementerian BUMN, Himbara (Bank Mandiri, BNI, BRI, dan BTN) serta PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk. Pada tahun 2019, kepemilikan saham mayoritas Jalin beralih kepada PT Danareksa (Persero) yang kini telah bertransformasi menjadi Holding Danareksa.
Sebagai perusahaan yang menyediakan layanan terintegrasi di bidang teknologi sistem pembayaran masa kini, Jalin merupakan perusahaan pengelola layanan jaringan switching LINK dan memiliki market share terbesar di kategori produk debit switching. Dengan menyandang status sebagai lembaga Penyelenggara Infrastruktur Sistem Pembayaran (PIP), Jalin mulai bertransformasi menjadi digital enabler yang menghubungkan masyarakat dengan ekosistem finansial dan non finansial sesuai rencana perusahaan menjadi “The National Digital Highway”.
Layanan dan produk utama Jalin berfokus pada digitalisasi produk perbankan, layanan switching (kliring kartu ATM, kartu Debet, GPN, dan Quick Response Code Indonesian Standard (QRIS)) serta virtual ATM.
Saat ini Jalin telah tercatat memiliki lebih dari 40 member yang berasal dari industri perbankan dan fintech di tanah air. Jalin juga tergabung di dalam anggota Asosiasi Sistem Pembayaran Indonesia (ASPI) sekaligus sebagai salah satu pemegang saham PT Penyelesaian Transaksi Elektronik Nasional (PT PTEN) yang berperan sebagai Lembaga Services bagi GPN.
