Jakarta, TopBusiness – Indeks harga saham gabungan atau IHSG di PT Bursa Efek Indonesia hingga sesi penutupan perdagangan berpotensi menguat.
Melalui website samuel.co.id, daily report Samuel Sekuritas Indonesia, Jumat (22/12/2023) memperlihatkan judul IHSG Berpotensi Menguat.
Bursa AS ditutup menguat pada Kamis (21/12). Dow +0,87%, diikuti S&P500 1,03%, dan Nasdaq 1,26%. Pasar AS menguat setelah aksi buyback oleh pelaku pasar didukung oleh kenaikan saham-saham di sektor teknologi.
Pasar komoditas terpantau bergerak mixed. Minyak melemah 0,44% ke level USD 73,9/bbl, batubara 0,69% di level USD 145/ton, nikel 0,38% ke level USD 16.874/ton dan CPO melemah 0,95% ke level MYR 3.741. Sedangkan harga emas terpantau menguat 0,18% ke level USD 2.051/toz.
Bursa Asia pada Kamis (21/12) ditutup mayoritas menguat. Nikkei -1,59%, Hang Seng +0,04%, dan Shanghai 0,57%.
IHSG ditutup -0,14% ke level 7.209,6 dengan investor asing mencatatkan keseluruhan net buy sebesar Rp 382,6 miliar. Di pasar reguler, investor asing mencatatkan net buy Rp 377,8 miliar, dan pada pasar negosiasi tercatat net buy asing Rp 4,8 miliar. Net buy asing tertinggi di pasar reguler dicatatkan BBCA (Rp 379,5 miliar), BMRI (Rp 111 miliar), dan TLKM (Rp 81,8 miliar). Net sell asing tertinggi di pasar reguler dicetak MDKA (Rp 61,1 miliar), BBNI (Rp 60,4 miliar), dan BBRI (Rp 58,9 miliar). Top leading movers emiten TPIA, BMRI, BBRI, sementara top lagging movers emiten AMMN, ASII, BRPT.
Pagi ini Nikkei dibuka menguat 0,40% dan KOSPI dibuka menguat 0,68%. “Kami perkirakan IHSG hari ini akan bergerak menguat, seiring dengan sentimen global dan regional,” demikian hasil riset.
