TopBusiness
  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR
No Result
View All Result
  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR
No Result
View All Result
TopBusiness
No Result
View All Result

20 Saham di LQ45 Ini Potensial Saat Window Dressing

Achmad Adhito
23 December 2023 | 11:39
rubrik: Capital Market
Ketika Asing Lebih Sedikit Namun Dominan di BEI

Sumber Ilustrasi: Istimewa

Jakarta, TopBusiness—Window dressing merupakan fenomena mempercantik kinerja portofolio yang biasa dilakukan oleh Manajer Investasi (MI) dengan tujuan untuk “memikat” para investor. Pada umumnya window dressing terjadi pada akhir setiap kuartal, namun di Indonesia window dressing terkuat terjadi pada akhir kuartal IV atau akhir tahun.

“Salah satu efek yang terjadi dari adanya fenomena ini ialah terjadinya peningkatan harga saham yang cukup signifikan pada bulan Desember,” tegas Equity Analyst PT Indo Premier Sekuritas (IPOT), Dimas Krisna Ramadhani, dalam riset terbaru yang diterima Majalah TopBusiness, akhir pekan ini.

Fenomena window dressing ini biasanya dimanfaatkan oleh berbagai pihak untuk mendapatkan keuntungan. Bagi perusahaan, window dressing memberikan dampak positif terhadap nilai perusahaan (market cap) akibat dari para investor yang membeli saham mereka saat fenomena window dressing terjadi.

Sementara itu bagi Manajer Investasi (MI), dengan berhasil mencatatkan kinerja portofolio yang tumbuh positif maka ini bisa menjadi benchmark yang cukup menarik untuk kinerja tahun berikutnya dan bagi investor maka akan mendapatkan capital gain yang cukup tinggi.

Adapun hal-hal menarik terkait potensi window dressing pada 2023 layak diperhatikan, yakni suku bunga tinggi (higher for longer), fenomena kenaikan yang fantastis IPO konglomerasi, yield US treasury 10 years dan pemilu 2024.

Dimas menjelaskan terjadinya inflasi yang cukup tinggi akibat dari pandemi Covid-19 mengakibatkan hampir seluruh pemerintah menaikkan tingkat suku bunganya seperti yang dilakukan oleh pemerintah Indonesia, sehingga turut memberikan pengaruh cukup besar terhadap pergerakan IHSG.

Selanjutnya terkait fenomena kenaikan yang fantastis IPO konglomerasi, beberapa saham yang baru IPO dan dipegang oleh pihak-pihak konglomerat seperti saham dengan kode CUAN, BREN, AMMN, turut memberikan dampak kenaikan cukup positif dan besar terhadap pergerakan IHSG serta menduduki jajaran TOP 10 Gainers saham IPO 2023.

BACA JUGA:   Sesimpel Belanja Online, IPOT EZ Manjakan Investor Pemula

Sementara itu, untuk konteks yield US treasury 10 years, jelasnya, tingkat imbal hasil treasury 10 years tercatat mengalami kenaikan tertinggi pada Oktober 2023 sebesar 4.98% (tertinggi dalam 16 tahun) yang juga turut memberikan tekanan terhadap IHSG. Terkait iklim politik jelang pemilu 2024, berdasarkan historical-nya, pergerakan IHSG pada Desember jelang tahun pemilu tercatat meningkat dengan rata-rata +6% dengan probabilitas meningkat sebesar 50%.

Di momen window dressing 2023 ini, Dimas menyarankan trader dan investor untuk mencermati potensi saham-saham di Indeks LQ45, khususnya saham Top 20 LQ 45.

20 saham berdasarkan penutupan pasar 8 Desember 2023 adalah BRPT (YTD 138,82%), TPIA (YTD 89,02%), ACES (YTD 39,11%), BRIS (YTD 28,08%), BMRI (YTD 15,87%), BBNI (YTD 11,65%), BBRI (YTD 8,96%), ICBP (YTD 8,77%), GOTO (YTD 4.40%), TLKM (YTD 3.73%), MEDC (YTD 3,43%), AMRT (YTD 3,38%), BBCA (YTD 1,75%), AKRA (YTD 0,36%), ASII (YTD -2,19%), INTP (YTD -5,56%), INDF (YTD -5,95%), EXCL (YTD -6,10%), SMGR (YTD -7,58%) dan JPFA (YTD -8,11%).

“Jika investor melakukan pembelian saham BBRI pada awal bulan Desember ini (window dressing) dengan rata-rata kenaikan harga sebesar 1,32% dalam 3 tahun terakhir maka dengan ilustrasi investor melakukan pembelian saham tersebut sebesar Rp100 juta, akan mendapatkan capital gain sebesar Rp.1.320.000 di akhir bulan ini,” terang Dimas.

Secara historical selama 20 tahun terakhir, Indeks LQ45 tercatat mengalami kenaikan saat window dressing dengan rata-rata kenaikan sebesar +3.72% dan probabilitas kenaikan sebesar 95%. Kenaikan terbesar terjadi pada tahun 2008 yang tercatat naik +11.90%, sementara pada tahun 2022 indeks ini mengalami penurunan sebesar -7,05% disebabkan pandemi Covid-19.

“Berdasarkan data yang ada, IDXINFRA dan IDXBASIC ialah dua sektor outperform secara YTD 2023. Kenaikan tertinggi pada IDXINFRA ditopang oleh saham BREN, JSMR dan META,” tegasnya.

BACA JUGA:   MPXL Tambah Jajaran Komisaris melalui RUPST

Ia menambahkan berdasarkan data yang ada, IDXENERGY dan IDXHEALTH ialah dua sektor underperform secara YTD 2023. Sektor IDXENERGY masih ditopang oleh saham PTRO dan SGER, sementara dari sektor IDXHEALTH ditopang oleh saham SILO dan TSPC.

Tags: dimas krisna ramadhaniipotsaham lq45Window dressing
Previous Post

SKK Migas Lakukan Peninjauan Kesiapan Sumur MSBKH-01 ITA

Next Post

Gratis PPN, Rumah di Bawah Rp2 Miliar Banyak Dicari di Lamudi

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Info Iklan
  • Disclaimer
  • Email

TopBusiness - Inspire Great Business Performance | All Rights Reserved

  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR