Jakarta, TopBusiness—Kementerian Perindustrian RI (Kemenperin) terus mengembangkan IKM (industri kecil dan menengah) melalui sejumlah program. Upaya perluasan akses pasar pun tak luput dari perhatian Ditjen IKMA (Direktorat Jenderal Industri Kecil, Menengah, dan Aneka) Kemenperin.
“ Hingga triwulan IV tahun 2023, sebanyak 4.057 IKM telah bergabung dalam program e-smart IKM,” kata Direktur Jenderal IKMA Kemenperin, Reni Yanita, di Jakarta kemarin.
Sebanyak 458 IKM berhasil onboarding dalam marketplace, serta tujuh IKM telah difasilitasi oleh Ditjen IKMA untuk mengidentifikasi dan mengimplementasikan teknologi industri 4.0 pada lini produksi.
Itu antara lain berupa penyusunan aplikasi CRM (Customer Relationship Management), Warehouse Management System, serta penyusunan ERP (Enterprise Resource Planning) yang mencakup produksi, pemasaran dan keuangan.
“Program e-Smart IKM ini disinergikan dengan Gerakan Nasional Bangga Buatan Indonesia,” ujar Reni melalui keterangan tertulis untuk wartawan.
Tahun lalu, Kemenperin dan pemerintah daerah telah memfasilitasi 30 IKM terpilih melalui Gernas BBI/BBWI Bengkulu. Total penjualan 30 IKM secara online dan offline sejak 1 September 2023 sampai 11 November 2023 tercatat sebesar Rp11,72 miliar. Selama pendampingan tercatat rata-rata omzet bulanan total mencapai nilai Rp5,2 miliar dengan peningkatan rata-rata bulanan sebesar 63,44 persen.
“Kami juga terus memfasilitasi pelaku IKM dalam pameran nasional dan internasional. Sebanyak 374 IKM telah berpartisipasi dalam berbagai event yang diselenggarakan tahun 2023, antara lain IFEX, JIFFINA, Hari Batik Nasional (HBN), Trade Expo Indonesia, Inacraft, Ambiente di Jerman, Gebyar IKMA 2023, dan beberapa kegiatan lainnya,” papar Reni.
Menurutnya, upaya penguatan IKM dalam rantai pasok industri manufaktur nasional turut dilakukan melalui link and match dan optimalisasi perjanjian kerjasama dengan kementerian atau lembaga. Sebanyak 214 IKM telah difasilitasi melalui business matching dan link and match dengan industri besar (tier ATPM) maupun sektor ekonomi lain.
“Hingga saat ini sebanyak 20 IKM telah melakukan kemitraan hingga tahap komitmen atau kontrak,” kata dia.
