Jakarta, TopBusiness – Laju IHSG ditutup turun 0.58% kemarin, disertai dengan net sell asing Rp934 miliar. Saham yang paling banyak dijual asing adalah ASII, KLBF, BBRI, BBNI, dan MDKA.
Untuk perdagangan hari ini, menurut Head of Retail Research Analyst BNI Sekuritas Fanny Suherman mengatakan, hari ini laju IHSG berpotensi melanjutkan pelemahan jika gagal break resist kuat di 7250. Level resistance 7220-7250 dan support 7100-7150,” ujar dia, Kamis (18/1/2024).
Wall Street Ditutup Koreksi. Tiga indeks acuan Bursa Wall Street kompak ditutup merah pada Rabu (17/1), setelah rilis data penjualan ritel AS naik lebih tinggi dari perkiraan.
Hal tersebut semakin mengurangi ekspektasi kebijakan bank sentral AS, The Fed melonggarkan kebijakan moneternya. Indeks Dow Jones susut 0,25%, Kemudian Nasdaq turun 0,59% dan S&P 500 merosot 0,56%.
Berdasarkan laporan Departemen Perdagangan, penjualan ritel pada Desember 2023 naik 0,6% secara (MoM). Nilai tersebut meleset dari konsensus yang diperkirakan hanya naik 0,4%.
Setelah rilis data penjualan ritel tersebut, imbal hasil obligasi acuan AS dengan tenor 10 tahun juga terpantau menguat jadi lebih dari 4%. Kenaikan yield tersebut menunjukkan obligasi AS mulai dilepas investor karena harganya turun.
Bursa Saham Asia Kompak Melemah. Bursa saham Asia turun pada hari Rabu (17/1) kala petinggi The Fed meremehkan ekspektasi untuk penurunan suku bunga lebih awal, sementara angka pertumbuhan ekonomi dari China sebagian besar mengecewakan pasar.
Indeks Shanghai jatuh hingga 2,1% setelah produk domestik bruto/PDB 4Q negara ini tumbuh sedikit lebih rendah daripada perkiraan yaitu 5,2%.
Kerugian saham-saham China menekan indeks Hang Seng anjlok 3,7%, seperti halnya pelemahan pada saham-saham teknologi besar. Indeks Nikkei turun 0,4%, dan Topix juga melemah 0,3%.
Capital flows ke saham-saham Jepang utamanya didorong oleh ekspektasi bahwa Bank of Japan akan mempertahankan sikap ultra-dovish dalam waktu dekat.
Berikut saham pilihan BNI Sekuritas untuk Kamis (18/1):
1. BMRI: Buy on Weakness
Beli di 6500, cutloss jika break di bawah 6450. Jika tidak break di bawah 6450, potensi naik dengan area jual di 6700- 6800 short term.
2. TLKM: Spec Buy
Beli di 3970, cutloss jika break di bawah 3950. Jika tidak break di bawah 3970, potensi naik dengan area jual di 4040- 4080 short term.
3. GJTL: Spec Buy
Beli di 1120, cutloss jika break di bawah 1100. Jika tidak break di bawah 1120, potensi naik dengan area jual di 1170- 1200 short term.
4. TBIG: Buy on Weakness
Beli di 1880, cutloss jika break di bawah 1860. Jika tidak break di bawah 1860, potensi naik dengan area jual di 1920- 1950 short term.
5. SILO: Spec Buy
Beli di 2200, cutloss jika break di bawah 2150. Jika tidak break di bawah 2200, potensi naik dengan area jual di 2270- 2300 short term.
6. JSMR: Spec Buy
Beli di 4700, cutloss jika break di bawah 4650. Jika tidak break di bawah 4650, potensi naik dengan area jual di 4750- 4800 short term.
