Jakarta, TopBusiness – Indeks harga saham gabungan atau IHSG di PT Bursa Efek Indonesia hingga sesi penutupan perdagangan berpotensi bergerak sideways.
Melalui website samuel.co.id, daily report Samuel Sekuritas Indonesia, Kamis (25/01/2024) memperlihatkan judul IHSG Berpotensi Bergerak Sideways.
Pada perdagangan semalam (24/1) bursa AS ditutup mixed. Dow Jones -0,26%, S&P 500 +0,08% dan Nasdaq +0,36%. Pergerakan di pasar didukung oleh naiknya beberapa saham teknologi seperti Netflix & Microsoft serta investor masih menanti rilis laporan pendapatan.
Dari pasar komoditas ditutup mixed. Minyak +1,41% ke level USD 75,42/bbl, nikel 1,68% ke level USD 16.292 dan CPO 2,44% ke level MYR 3.992. Sedangkan emas -0,50% ke level USD 2.035/toz dan batubara 1,30% ke level USD 121,65/ton.
Bursa regional pada perdagangan kemarin ditutup cenderung menguat. Hangseng +3,6%, Shanghai 1,80% sedangkan Nikkei -0,80%.
Pada perdagangan kemarin, IHSG juga ditutup melemah 0,39% di level 7.227,8 dengan investor asing mencatatkan keseluruhan net buy sebesar Rp 1,48 triliun. Di pasar reguler, investor asing mencatatkan net sell Rp 820,1 miliar, dan pada pasar negosiasi tercatat net buy asing Rp 2,3 triliun. Net buy asing tertinggi di pasar reguler dicatatkan oleh TPIA (Rp 41,4 miliar), FILM (Rp 26,9 miliar), dan BRIS (Rp 16 miliar). Net sell asing tertinggi di pasar reguler dicetak ASII (Rp 400,4 miliar), BMRI (Rp 185,9 miliar), dan BBRI (Rp 139 miliar). Top leading movers emiten SMMA, TLKM, MDKA, sementara top lagging movers emiten BMRI, BREN, BBRI.
Pagi ini bursa regional dibuka melemah. Kospi -0,07% dan Nikkei 0,03%. “Kami perkirakan IHSG akan bergerak sideways seiring mixed sentimen di bursa global,” demikian hasil riset.
