TopBusiness
  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR
No Result
View All Result
  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR
No Result
View All Result
TopBusiness
No Result
View All Result

2028, PGN Siap Serap LNG dari Proyek Ini

Achmad Adhito
26 January 2024 | 16:29
rubrik: BUMN
Harga Gasnya PGN ke Industrinya Batam, Tetap

Pipa Gas PGN/Energibaik com


Jakarta, TopBusiness—PT PGN Tbk (PGN) selaku Subholding Gas Pertamina menandatangani komitmen Nota Kesepahaman pasok Liquefied Natural Gas (LNG) dari dalam negeri. Adapun komitmen tersebut diperoleh dari PT Karya Mineral Jaya (KMJ), dengan sumber produksinya berasal dari Proyek LNG Bunyu yang berada di WK (Wilayah Kerja)  Nunukan.


Dalam keterangan resmi dari Pertamina (26/1/2024), dijelaskan bahwa di tahun mendatang, PGN memperkirakan, volume LNG akan semakin besar dalam bauran pasokan gas. “Hal ini seiring dengan dinamika volume pasok gas pipa yang mengalami natural decline dari beberapa produsen,” kata Direktur Strategi dan Pengembangan Bisnis PGN, Rosa Permata Sari.


Produksi LNG KMJ diperkirakan akan mengalir mulai 2028 dengan rencana kapasitas sebesar ±60 MMSCFD. Dalam hal ini, PGN merupakan salah satu pembeli potensial yang berminat membeli volume produksi plant tersebut. 
PGN dan KMJ juga sepakat untuk melihat peluang kerjasama lain dalam hal partisipasi penyertaan pembangunan proyek infrastruktur LNG. Hal ini mengingat selain kebutuhan namun juga pengalaman PGN yang luas di industri gas bumi akan memberikan dampak yang positif dalam implementasi proyek tersebut.


Rosa Permata Sari mengungkapkan bahwa PGN membutuhkan pasokan gas bumi yang andal dari para pemasok gas bumi hulu di Indonesia untuk disalurkan melalui jaringan pipa gas transmisi dan distribusi PGN. Proyeksi gas balance domestik Indonesia terbaru menunjukkan penurunan produksi gas bumi sejak tahun 2024. 


Kondisi tersebut membuat PGN membutuhkan pasokan LNG domestik, salah satunya dari WK Nunukan melalui Proyek LNG Bunyu. 


Pasokan LNG domestik ini direncanakan dikirimkan ke wilayah penjualan Subholding gas yang telah memiliki infrastruktur penerima LNG yang tersebar di beberapa lokasi seperti Terminal LNG Arun, Floating Storage Regasification Unit (FSRU) Jawa Barat dan FSRU Lampung.
“Subholding Gas menyambut baik potensi kerja sama penyediaan pasokan dan pengembangan infrastruktur pengolahan gas menjadi LNG.

BACA JUGA:   Perta Arun Tetap Layani Regasifikasi untuk Aceh

Harapannya dengan adanya kerja sama dengan KMJ dapat meningkatkan kehandalan pelayanan Subholding Gas kepada pelanggan PGN dan memberikan manfaat positif kepada kedua belah pihak,” ujar Rosa.


“Alokasi yang kami dapatkan adalah alokasi dari Wilayah Kerja untuk kami kembangkan dan olah menjadi LNG. Kami juga sangat menyambut baik tawaran kerja sama pengembangan infrastruktur, karena ini sangat penting untuk kami untuk mengelola aset yang ada di sana. Mudah-mudahan kerja sama ini semakin menguat supaya pada saatnya nanti dapat menandatangani PJB LNG,” ujar President Director KMJ Iriawan Yulianto.

Tags: lngpgn
Previous Post

Perdagangan Akhir Pekan, IHSG Lanjutkan Pengurangan

Next Post

Astowa Food Gelar The Moving Restaurant, Padukan Festival Matsuri dengan Teknologi Digital 3D Futuristik ala Jepang

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Info Iklan
  • Disclaimer
  • Email

TopBusiness - Inspire Great Business Performance | All Rights Reserved

  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR