Jakarta, TopBusiness – Sebagai Perusahaan Umum Daerah milik Pemerintah Kabupaten Purwakarta, Perumda BPR Purwakarta berhasil membukukan kinerja yang gemilang. Seperti catatkan kenaikan realisasi kinerja secara YoY.
Aset misalnya, tahun 2022 terealisasi sebesar Rp62.454.418.000 dan tahun 2023 menjadi sebesar Rp66.025.881.000. Tabungan, realisasi tahun 2022 sebesar Rp12.545.538.000, dan tahun 2023 menjadi sebesar Rp13.442.353.000.
Di samping itu, untuk deposito realisasi tahun 2022 dicatat sebesar Rp5.672.400.000, realisasi tahun 2023 menjadi sebesar 8.511.650.000. Terakhir, laba. Pada realisasi tahun 2022, perusahaan catatkan laba sebesar Rp2.167.289.000 dan realisasi tahun 2023 menjadi sebesar Rp2.246.547.000.
Tidak hanya itu, Perumda BPR Purwakarta juga berhasil memberikan kontribusi terhadap peneriman Pendapatan Asli Daerah (PAD) baik dalam bentuk dividen maupun dari aspek pajak. Perumda BPR Purwakarta bahkan menjadi BUMD penyumbang PAD terbesar di Kabupaten Purwakarta dan menghadirkan kenaikan setoran PAD secara YoY. Tahun 2021, PAD yang disetorkan sebesar Rp818.834.811. Tahun 2022 menjadi Rp1.017.166.164. Dan tahun 2023 menjadi Rp1.192.009.486.
Hal ini disampaikan Direktur Perumda BPR Purwakarta Dedeh Kurniasih dalam penjurian TOP BUMD 2024, pada Senin (19/2/2024), secara virtual.
Menurut Dedeh Kurniasih kembali, raihan kinerja tersebut tidak lepas dari keberhasilan perusahaan dalam memaksimalkan kegiatan usahanya agar sesuai prinsip-prinsip good corporate governance (GCG) yaitu TARIF (Transparan, Akuntability, Responsibility, Independence dan Fairness), serta keberhasilan perusahaan dalam memaksimalkan inovasi bisnis dan Teknologi Informasi (TI).
Beberapa prinsip GCG terkait transparansi yang berhasil dilaksanakan perusahaan misalnya adalah selalu me-review dan meng-update sesuai dengan ketentuan terkini yang dikeluarkan oleh OJK dan otoritas lainnya terkait ketentuan-ketentuan internal yang ada.
Selain itu, perusahaan juga menerapkan fungsi manajemen risiko dan pengendalian intern pada setiap unit kerja dengan menciptakan budaya “Sadar Risiko“ dalam pelaksanaan pekerjaan sesuai dengan job description. Terakhir, menyediakan dana kepada pihak terkait dan debitur besar dengan tidak melanggar Batas Maksimum Pemberian Kredit (BMPK).
Selama tahun 2023, Skor Penilaian GCG perusahaan dicatat memiliki nilai komposit 2,53. Dengan peringkat komposit 2, GCG yang dilaksanakan Perumda BPR Purwakarta dicatat dalam kategori baik.
Sementara itu, keberhasilan inovasi yang dilaksanakan misalnya adalah program inovasi mengoptimalkan kegiatan “NGAPRAK KA DESA” (peniNGkatan Akses Pelayanan dan liteRAsi Keuangan masyaraKAt Desa).
Program ini adalah program inovasi perluasan pemasaran dan literasi keuangan ke wilayah desa di Kabupaten Purwakarta dengan memanfaatkan potensi dan peluang masyarakat desa yang berpenghasilan rendah dan belum tersentuh oleh layanan perbankan.
Selain itu juga program inovasi mengoptimalkan kegiatan “NGAPRAK KA SAKOLA” (peniNGkatan Akses Pelayanan dan liteRAsi Keuangan masyaraKAt di SAKOLA). Program ini adalah program inovasi perluasan pemasaran dan literasi keuangan ke wilayah sekolah di Kabupaten Purwakarta dengan memanfaatkan potensi dan peluang yang ada di sekolah khususnya Tabungan anak sekolah 1 ( satu ) siswa 1 ( satu ) rekening.
Terkait TI, BPR Purwakarta dicatat berhasil memaksimalkan 3 program guna meningkatkan layanan dan promosi. Seperti misalnya, pertama, memaksimalkan Aplikasi Dikelar Mobile (media android) oleh Funding Officer (FO) dalam melakukan cash pick up service (setor tabungan dan kredit).
Kedua, memaksimalkan media sosial, Website BPR Purwakarta sebagai sarana promosi dan informasi. Ketiga, memaksimalkan PPOB (Payment Point Online Bank) yang bekerja sama antara BPR Purwakarta dengan Badan Usaha Milik Desa (BUMDES) untuk memberikan layanan kepada masyarakat di pedesaan dengan mudah, cepat, dan aman seperti layanan pembayaran listrik, air, telepon dan tagihan lainnya.
Editor: Busthomi
