Jakarta-Thebusinessnews. PT Puradelta Lestari Tbk. (DMAS) sepanjang semester I 2016 membukukan pendapatan sebesar Rp976,6 miliar, peningkatan penjualan lahan industri pada kuartal kedua tahun ini menjadi penopangnya .
Direktur Independen DMAS, Tondy Suwanto memaparkan pada triwulan kedua 2016 ini DMAS telah berhasil mencatatkan tambahan pendapatan sebesar Rp388,2 miliar, sehingga selama semester pertama tahun 2016, pendapatan DMAS menyentuh Rp976,6 miliar.
“Sebagian besar peningkatan tersebut berasal dari backlog (prapenjualan yang belum dicatatkan sebagai pendapatan), dengan kontribusi penjualan lahan industri masih yang terbesar,” ujar Tondy dalam siaran pers, Selasa(2/8/2016)
Dia menjelaskan kontribusi penjualan lahan industri masih terbesar yaitu Rp946,3 miliar dari total pendapatan, atau 97% dari total pendapatan.
Menurutnya, peningkatan permintaan lahan industri mulai terlihat pada kuartal kedua tahun ini.Permintaan datang dari beragam jenis industri, mulai dari industri terkait otomotif hingga logistik dan pergudangan, maupun industri lainnya. Di semester pertama tahun ini sendiri, DMAS telah meraih prapenjualan (marketing sales) sebesar 11,0 hektar, dimana sebagian besar penjualan pada semester pertama tahun 2016 tersebut ditopang oleh penjualan lahan industri yang mencapai 10,4 hektare. Di tahun 2016 ini, DMAS menargetkan raihan prapenjualan untuk lahan industri sebesar 50 hektar
Lokasi yang strategis, cadangan lahan yang luas, dan fasilitas pendukung berkelas internasional merupakan keunggulan dari Greenland International Industrial Center (GIIC), kawasan industri DMAS. Beberapa perusahaan ternama dunia, seperti Mitsubishi dan Suzuki telah mendirikan fasilitas produksinya di kawasan GIIC.
Adapun laba bersih DMAS pada kuartal kedua tahun ini mencapai Rp214,7miliar, sehingga laba bersih Januari-Juni 2016 secara total mencapai Rp486,2 miliar. Adapun, marjin laba bersih pada kuartal kedua 2016 mencapai 55,32% atau lebih baik dibandingkan kuartal sebelumnya sebesar 46,13%.
Perseroan juga masih memiliki kas yang kokoh yaitu senilai Rp744,8 miliar per 30 Juni 2016, sehingga mampu untuk menangkap potensi pertumbuhan tanpa mengganggu struktur modal perusahaan.
Sementara itu, total aset DMAS hingga akhir kuartal kedua tahun ini mencapai Rp7,35 triliun yang terdiri atas Rp3,99 triliun aset lancar dan Rp3,36 triliun aset tidak lancar. Total liabilitas tercatat Rp231,4 miliar yang sebagian besar adalah liabilitas jangka pendek. Hingga akhir semester pertama tahun ini, DMAS tidak memiliki utang kepada lembaga pembiayaan maupun obligasi. Total ekuitas perseroan mencapai Rp7,1 triliun dengan jumlah saham beredar sebanyak 48,2 miliar saham.(Red)