Jakarta, TopBusiness—Awal 2024, PT Tripar Multivision Plus Tbk/ MVP (kode saham: RAAM) terus melakukan ekspansi dengan menambah tiga bioskop Platinum Cineplex di kota Cimanggis (Jawa Barat), Batang (Jawa Tengah), dan Pangkalan Bun (Kalimantan Tengah). Sampai dengan saat ini, melalui anak usahanya PT Platinum Sinema, MVP telah memiliki 13 bioskop Platinum Cineplex yang tersebar di berbagai kota tier 2 dan tier 3 di Indonesia. Itu dengan rata-rata jumlah layar berkisar 2-5 layar per lokasi dan rata-rata kapasitas per bioskop berkisar 140-250 bangku.
Dalam keterbukaan informasi untuk bursa saham hari ini, Corporate Secretary Tripar Multivision Pluas, Sugiri, menjelaskan bahwa ekspansi bioskop tersebut merupakan realisasi dari penggunaan sebagian dana hasil IPO. Pendapatan dari penjualan tiket bioskop beserta makanan dan minuman diharapkan akan berkontribusi sebesar 15-20% dari total pendapatan.
Pertumbuhan industri film di Indonesia telah menunjukkan perkembangan yang positif. Berdasarkan data Badan Perfilman Indonesia (BPI), pada tahun 2019 jumlah penonton film Indonesia mencapai 51,2 juta.
Memasuki masa pandemi COVID-19 terjadi penurunan jumlah penonton film Indonesia mulai tahun 2019 hanya 19 juta, tahun 2020 dan 2021 hanya 4,5 juta penonton.
Kemudian tahun 2022 mulai rebound dengan 24 juta penonton. Bahkan tahun 2023 lalu mencapai 55 juta penonton, yang berarti sudah melebihi jumlah penonton film Indonesia sebelum masa pandemi COVID-19.
Potensi pertumbuhan penonton di bioskop Indonesia bisa menembus 80 juta orang, dengan syarat adanya pemerataan persebaran bioskop di seluruh negeri. Hal ini berkaitan dengan data Badan Perfilman Indonesia yang mencatat saat ini terdapat 517 lokasi bioskop dengan jumlah layar sebanyak 2.145 layar yang tersebar di sekitar 115 kota/kabupaten di seluruh wilayah Indonesia.
“Selain pembukaan bioskop baru, MVP juga merilis film berjudul “Kereta Berdarah” dan berhasil mengajak lebih dari 1 juta orang merasakan kengerian Kereta Sangkara yang sudah tayang selama Februari 2024,” kata Sugiri lagi.
Perkembangan yang dialami oleh RAAM di awal tahun ini menjadi pembuka yang baik untuk menyambut tahun 2024. Dengan rencana untuk memproduksi sekitar 10 film lagi yang akan tayang di bioskop dan kontribusi dari 3 bioskop tambahan, pendapatan RAAM diekspektasi akan terus bertumbuh.
“Ditambah dengan penanyangan sinetron dari library MVP yang akan ditayangkan tahun ini di jaringan televisi free-to-air (FTA) dan kontribusi dari pendistribusian karya sinematografi dari library MVP melalui platfrom Over the Top (OTT) serta bioskop-bioskop mancanegara,” kata Sugiri lagi.
Dengan ekosistem integrated full-spectrum entertaintment yang telah dibangun oleh MVP, harapannya MVP akan semakin tumbuh, mengakar kuat di Nusantara dan turut berkontribusi membangun industri perfilman Indonesia masuk ke kancah Internasional.
