TopBusiness
  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR
No Result
View All Result
  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR
No Result
View All Result
TopBusiness
No Result
View All Result

Inovasi Perubahan Jadikan PT Air Minum Jayapura Perusahaan yang Sehat dan Berkontribusi

Nurdian Akhmad
8 March 2024 | 06:38
rubrik: Ekonomi
Inovasi Perubahan  Jadikan PT Air Minum Jayapura Perusahaan yang Sehat dan Berkontribusi

Jakarta, TopBusiness – PT Air Minum Jayapura Robongholo Nanwani (Perseroda) dalam lima tahun terakhir terus berbenah lewat sejumlah inovasi-inovasi  perubahan yang tidak hanya berhasil meningkatkan kinerja perusahaan, tapi juga memberikan kontribusi positif terhadap masyarakat lokal dan Pemerintah Kabupaten dan Kota Jayapura.

PT Air Minum Jayapura Robongholo Nanwani (Perseroda) merupakan  badan usaha milik daerah (BUMD) yang sahamnya dimiliki oleh Pemerintah Kabupaten Jayapura dan Pemerintah Kota Jayapura dengan porsi masing-masing 60 persen dan 40 persen. Perusahaan air minum ini sebelumnya bernama Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Jayapura.  Pergantian nama dan status menjadi perseroda ini dilakukan pada awal tahun 2023.

“Sesuai Perda terbaru, setelah berubah menjadi Perseroda, kami tidak hanya fokus pada air perpipaan saja, tapi juga didorong untuk mengelola air limbah dan usaha-usaha lain yang menguntungkan seperti usaha air minum dalam kemasan (AMDK) dengan merek Robongholo dan Nanwani,” kata Direktur Utama Dr. H. Entis Sutisna, S.E, M.M,CGRM dalam presentasi penjurian TOP BUMD Awards 2024 yang dilakukan secara daring, Rabu (6/3/2024).

Entis yang memimpin PT Air Minum Jayapura Robongholo Nanwani sejak 2019 ini berhasil membawa BUMD air minum ini menjadi perusahaan air terkemuka, tidak hanya di Papua tapi juga di level nasional. Berdasarkan penilaian Kementerian PUPR (BPPSPAM), nilai kinerja PT Air Minum Jayapura tahun 2023 mencapai 3.01 atau kategori Sehat.

“Alhamdulillah pada 2023, kinerja PT Air Minum Jayapura berada di peringkat 164 level nasional yang jumlahnya 393 PDAM dan peringkat 2 di level provinsi. Ini tentu sangat membanggakan bagi kami,” tutur Entis.

Kebanggan Entis ini cukup beralasan karena saat awal masuk PDAM Jayapura tahun 2019, perusahaan ini dalam kondisi merugi dan tidak sehat.  Saat itu, BUMD air minum ini menghadapi banyak tantangan yang memengaruhi kinerja bisnis dan layanan ke pelanggan. Tantangan tersebut antara lain keterbatasan tenaga teknis bidang air minum, keterbatasan dalam investasi pembangunan Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM).

Selain itu, kapasitas produksi yang sangat terbatas. Pemanfaatan IT yang belum optimal dalam pelayanan, kepuasan layanan pelanggan belum optimal,  kerusakan lingkungan di area sumber air, serta pemenuhan target PAD yang belum maksimal karena perusahaan merugi.

Inovasi Perubahan

Mengatasi berbagai tantangan tersebut, manajemen PT Air Minum Jayapura atau sebelumnya PDAM Jayapura melakukan sejumlah inovasi perubahan antara lain peningkatan kualitas sumber daya manusia (SDM) melalui kerja sama dengan lembaga pendidikan seperti dengan Yayasan Pendidikan Tirta Dharma (YPTD) dan AKA TIRTA.

BACA JUGA:   Ekonomi Dunia Membaik Terus; BI Rate Tetap

“Peningkatan kualitas SDM lokal melalui serangkaian pelatihan dengan kerja sama dengan AKA TIRTA dan perekrutan langsung dengan alumni AKA TIRTA yang juga anak-anak milenial lokal,” ucap Entis.

PT Air Minum Jayapura juga menggandeng USAID  IUWASH Tangguh sebagai pendamping dalam kegiatan pelatihan pengembangan SDM milenial lokal.

Inovasi lainnya adalah sinergi bersama PP Perpamsi dengan pelatihan manajemen air minum berbasis kompetensi tingkat madya. Ini agar anak-anak Papua bisa setara dan memiliki kompetensi dalam bidang air minum dengan menghadirkan instruktur dari Perpamsi ke Jayapura. “Kita latih rata-rata 20-30 orang sebagai ahli madya di bidang air minum,” ucapnya.

Inovasi perubahan lainnya adalah diversifikasi usaha Air Minum Dalam Kemasan (AMDK) merek Robongholo  dan Nanwani.  Produk AMDK ini sudah tersebar beberapa kabupaten di Papua seperti Merauke, Kepulauan Waropen, dan lainnya.

“Ini juga membuktikan bahwa anak Papua mampu berkompetisi di level lokal maupun nasional dengan adanya AMDK ini,” kata Entis.

Inovasi perubahan selanjutnya adalah penggunaan aplikasi SiPDAM Pintar untuk memudahkan layanan kepada pelanggan dan mendukung operasional perusahaan.

“SiPDAM Pintar ini bisa meningkatkan layanan kepada masyarakat, karena mereka tidak lagi mengadu ke loket untuk mendapat pelayanan, cukup lewat aplikasi di HP, termasuk juga info tagihan  dan pembayaran bisa lewat aplikasi ini,” ujar dia.

PT Air Minum Jayapura juga memiliki inovasi perubahan berupa Mitra Loket Resmi. Entis mengakui adanya dampak yang luar biasa setelah perusahaan mengembangkan sistem IT. Banyak vendor lain yang sudah bekerja sama, misalnya  dengan LinkAja, Dana, Kredivo, Alfamidi, Indomart, Gopay, Lazada, ShopeePay, Tokopedia, Bukalapak, Bank BRI, BCA, Bank Papua, Bank BTN, Bank Mandiri, BNI, dan BSI.  “Seluruh bank yang ada di Papua sudah bekerja sama dengan kami sebagai mitra dalam pembayaran,” kata Entis.

Dengan kerja sama tersebut, pelanggan bisa melakukan pembayaran tagihan air kapan saja dan di mana saja lewat aplikasi yang di HP.  “Alhamdulillah sekarang sudah terjangkau di seluruh Indonesia. Jadi masyarakat tidak ada alasan lagi untuk tidak membayar tagihan air tepat waktu,” ucapnya.

Inovasi perubahan lainnya adalah pendirian gerai pelayanan terpadu di Komplek PTC Entrop, Kota Jayapura dan Loket Mal Pelayanan Publik yang ada di terminal Tipe A Entrop, Kota Jayapura.

“Ini akhirnya menjadi ukuran bagi masyarakat Jayapura bahwa kami, BUMD yang ada di tanah Papua mampu berbenah dan menghadirkan sebuah layanan yang baik kepada masyarakat,” ujar Entis.

Inovasi perubahan lainnya adalah peningkatan loyalitas dan etos kerja pegawai. Setiap ada laporan gangguan distribusi air, pihaknya sigap melakukan perbaikan sambungan pipa.

BACA JUGA:   Presiden Jokowi Resmikan Empat Embung Jawa Tengah

Untuk memperkuat catchment area atau area tangkapan air, PT Air Minum Jayapura melakukan sinergi dengan milenial Papua dan Komunitas Pecinta Alam untuk sama-sama merawat pegunungan Cyclop.

“Kami juga melibatkan anak-anak gereja dan anak kampung untuk sama-sama bertanggung jawab terhadap lingkungan yang ada di Jayapura. Ini untuk memastikan bahwa ketersediaan air bisa didapat kalau lingkungan terjaga dengan baik,” tuturnya.

Bangun Infrastruktur Modal DED

Menurut Entis, satu hal yang menggembirakan bagi PT Air Minum Jayapura adalah ketidakmampuan dana tidak menjadi penghalang untuk membangun infrastruktur. Pihaknya membuat tim khusus untuk membuat DED atau detail engineering design proyek infrastruktur air. DED proyek tersebut kemudian diajukan ke pemerintah provinsi atau kabupaten/kota untuk mendapatkan pendanaan.

“Alhamdulillah usulan-usulan kami di tahun 2023 sudah terealisasi dengan dana puluhan miliar rupiah, bisa dibangung oleh pemerintah provinsi. Ini kekuatan yang luar biasa, kita secara internal hanya membuat DED, kemudian yang mengeksekusi pemerintah daerah,” tuturnya.

Beberapa proyek infrastruktur yang sudah dibangun dari dana pemerintah daerah antara lain pembangunan reservoir Koya di Distrik Muara Tami, pembangunan Intake Tyevun di Koya Koso, Distrik Muara Tami, serta pembangunan Intake Kamwolkerr di Yabansai, Distrik Heram Kota Jayapura.

Dalam upaya meningkatkan value perusahaan di mata pemerintah daerah dan masyarakat lokal, PT Air Minum Jayapura memberikan bantuan CSR saat ada bencana. Misalnya adalah CSR 100 dus AMDK serta bantuan dropping air  dan pengadaan dua tandon air untuk masyarakat korban kebakaran di Pasar Phara Sentani, 7 Januari 2023.

Perusahaan juga memberikan bantuan CSR 2.000 dus AMDK pada Kongres Masyarakat Adat Nusantara VII (KMAN VI) di wilayah adat Tabi. “Kami juga rutin membantu masyarakat dengan AMDK kita dalam kegiatan-kegiatan keagamaan seperti Natal dan Idul Fitri, sehingga ini membantu produk kita bisa lebih banyak dikenal masyarakat dan diterima pasar,” kata Entis.

Satu hal yang juga membanggakan, menurut Entis, perusahaan mampu memberikan setoran pendapatan asli daerah (PAD) ke Pemkab Kabupaten dan Pemkot Jayapura dengan jumlah yang meningkat dari tahun ke tahun.

Tahun 2021, total setoran PAD PT Air Minum Jayapura Robongholo Nanwani sebesar Rp 700 juta, yang terbagi untuk Pemkot Jayapura Rp 200 juta dan 500 juta untuk Pemkab Jayapura. Tahun 2022, setoran PAD naik menjadi Rp 1,04 miliar dengan rincian untuk pemkot Rp 500 juta dan pemkab Rp 542,93 juta. Sedangkan tahun 2023, setoran PAD PT Air Minum Jayapura sebesar Rp 1,2 miliar dengan rincian untuk pemkot Rp 600 juta dan pemkab Rp 600 juta.

BACA JUGA:   Jurnalis TopBusiness Sabet Juara 1 Lomba Penulisan PUPR

“Insya Alloh tahun 2024 kami akan menaikkan setoran PAD menjadi Rp 1,4 miliar. Ini sebuah prestasi yang membanggakan karena sebelum saya menjabat sama sekali belum ada setoran PAD ke pemerintah daerah. Dan memang kondisi perusahaan saat itu masih merugi,” ujar Entis.

Kinerja Keuangan

Besarnya kontribusi yang diberikan  PT Air Minum Jayapura ke pemerintah daerah dan masyarakat Papua tak terlepas dari kinerja keuangan yang terus meningkat. Laba sebelum pajak meningkat signifikan dari Rp 860,4 juta pada 2022 menjadi Rp 3,56 miliar (hasil audit).  Kenaikan laba ini juga dipicu naiknya pendapatan usaha dari Rp  63,3 miliar pada 2022 menjadi Rp 67,53 miliar pada 2023. Kontribusi terbesar masih dari pendapatan air yang mencapai Rp 64,13 miliar yang didalamnya termasuk dari penjualan air minum dalam kemasan (AMDK) Rp 292,92 juta.

Untuk jumlah pelanggan pada 2023 sebanyak 38.213, tahun 2022 sebanyak 37.357 SR (sambungan rumah). Untuk pelanggan baru, tahun 2023 sebanyak 739 SR, sedangkan 2022 sebanyak 923 SR. Penyambungan kembali realisasi tahun 2023 sebanyak 4.658, sedangkan 2022 sebanyak 4.214.

“Untung sambungan baru memang masih terkendala di lapangan, karena sumber air dikuasai oleh masyarakat adat, sehingga tidak bisa memanfaatkan potensi yang ada. Penambahan hanya berkisar 900-1.000 SR, malah tahun 2023 hanya 739 SR,” tutur Entis.

Cakupan layanan air PT Air Minum Jayapura saat ini berada di 21,04 persen, sedangkan tingkat NRW atau kebocoran air 32,37 persen. Rata-rata jam layanan adalah 18 jam per hari.

Berkat inovasi, kontribusi, dan kinerja perusahaan yang meningkat, PT Air Minum Jayapura mendapat banyak penghargaan baik di daerah maupun tingkat nasional.

“Alhamdulillah tahun 2023 dapat apresiasi dari Pemprov Papua berupa penghargaan atas ketaatan kami membayar pajak air permukaan yang diberikan langsung oleh Pj Gubernur Papua Ridwan Rumasukun.  

Selain itu, pihaknya juga menerima penghargaan dari Komisi Informasi Provinsi Papua tahun 2022 untuk website yang dibangun PT Air Minum Jayapura. “Penghargaan keterbukaan publik dengan predikat informatif oleh Komisi Informasi Provinsi Papua tahun 2022,” tuturnya.

Tahun 2022,  PT Air Minum Jayapura meraih penghargaan TOP BUMD Awards 2022 bintang 4 dalam ajang rutin tahunan yang diselenggarakan oleh Majalah TopBusiness.  

Previous Post

Career Support Menyapa Siswa Sekolah Prestasi Prima

Next Post

Walau Menurun, Cadangan Devisa Masih Jaga Ketahanan Eksternal

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Info Iklan
  • Disclaimer
  • Email

TopBusiness - Inspire Great Business Performance | All Rights Reserved

  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR