TopBusiness
  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR
No Result
View All Result
  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR
No Result
View All Result
TopBusiness
No Result
View All Result

Jadi Perusahaan Unggul, Perumda Perkebunan Margomulyo Kembangkan Usaha Pariwisata

Nurdian Akhmad
8 March 2024 | 17:27
rubrik: BUMD, Event
Jadi Perusahaan Unggul, Perumda Perkebunan Margomulyo Kembangkan Usaha Pariwisata

Jakarta, TopBusiness – Perumda Perkebunan Margomulyo merupakan  Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) Kabupaten Kediri yang berdiri pada 23 Desember 1981.

Di tengah berbagai tantangan bisnis, manajemen Perumda Perkebunan Margomulyo terus berinovasi untuk mewujudkan visi menjadi perusahaan daerah yang sehat, unggul, serta berdaya saing untuk peningkatan pendapatan asli daerah (PAD).

Dilihat dari kinerja bisnis pada 2023, upaya manajemen untuk mewujudkan  Perumda Perkebunan Margomulyo sebagai perusahaan yang sehat dan berdaya saing mulai menampakkan hasil.  Kinerja laba bersih usaha, dan kontribusinya ke pemerintah daerah dalam bentuk setoran PAD mengalami peningkatan.

Laba bersih usaha setelah pajak tahun 2023 sebesar Rp 1,65 miliar, di atas target dalam rencana kerja anggaran (RKA) 2023 sebesar Rp 1,64 miliar. Pencapaian laba ini juga meningkat dibandingkan tahun 2022 yang sebesar Rp 1,26 miliar.

Perumda Perkebunan Margomulyo juga memberikan setoran PAD tahun 2023 sebesar Rp 910,43 juta, melampaui target  dalam RKA sebesar Rp 903,16 juta dan  setoran PAD 2022 sebesar Rp 694,06 juta.

“Laba bersih ada kenaikan 3 persen dari tahun 2022, sedangkan PAD naik 31 persen dari tahun 2022,” ujar Direktur Utama Perumda Perkebunan Margomulyo Ir.Tri Antono dalam paparan presentasi penjurian TOP BUMD Awards 2024 yang dilakukan secara daring, Rabu (6/3/2024).

Hadir pula dalam penjurian ini, Suroso.S.M ( Direktur Produksi), Ach. Samsodin  (SPI), Edi susanto (Sinder Kebun/ Kepala Tanaman), serta Eko Andri Setiawan (Bagian Keuangan).

Tahun 2024 ini, Perumda Perkebunan Margomulyo menargetkan laba bersih usaha Rp 2,78 miliar dengan target setoran PAD naik menjadi Rp 1,53 miliar.

Pengembangan Usaha

Untuk mencapai target kinerja tersebut, kata Tri Antono, Perumda Perkebunan Margomulyo melakukan pengembangan usaha perkebunan, pariwisata, dan pengembangan SDM.

Seperti diketahui, lahan perkebunan milik Perumda Perkebunan Margomulyo berada di kawasan pariwisata Gunung Kelud. Ada beberapa usaha pariwisata yang akan dikembangkan yaitu Taman Agro Margomulyo, ajang motorcros, drag race, dan adventure.  “Saat pandemi kemarin usaha pariwisata kami vakum, padahal sebelum pandemi bisa mendatangkan pendapatan tambahan untuk perusahaan,” ujar Tri Antono.

BACA JUGA:   Bank NTB Syariah Sukses Ciptakan Bisnis yang Amanah dan Berkelanjutan

Saat ini, kata dia, pihaknya sudah menjalin kerja sama dengan pihak ketiga untuk mengadakan event kejuaraan Motorcross. “Tanggal 4-5 Mei ini juga ada event Motor Cross untuk periode kedua. Ini event lanjutan setelah periode yang pertama lalu,” tuturnya.

Sedangkan untuk drag race, pihaknya masih melakukan pendalaman kerja sama dengan investor lain. Untuk wisata adventure,  pihaknya akan menghidupkan kembali wisata ini. “Dulu ada kendaraan jeep yang bisa naik sampai kawah Gunung Kelud,” ucapnya.

Masih terkait usaha pariwisata, Perumda Perkebunan Margomulyo akan mengembangkan Wisata Petik Kelengkeng.   BUMD ini sebelumnya memiliki aset sekitar 250 pohon kelengkeng, tapi karena tidak pernah ada perawatan sehingga banyak yang mati dan sekarang tinggal 100 pohon. 

“Ini ada di beberapa lokasi, tapi ada sekitar 70 pohon yang ngumpul sehingga kita bisa kerja samakan dengan pihak ketiga untuk merangsang pembuahan pada kelengkeng. Rencananya akan kita jadikan Wisata Petik Kelengkeng,” tuturnya.

Untuk pengembangan usaha perkebunan, Perumda Perkebunan Margomulyo akan mengembangkan usaha budidaya pisang cavendish dan pengembangan nanas PK (Pasir Kelud) 1. Nanas Pasir Kelud 1 merupakan buah ikon Kediri  yang pernah jadi buah meja Gubernur Jawa Timur, Khofifah Parawansa.

“Ini sudah kita lakukan melalui kerja sama dengan Dinas Pertanian dan Perkebunan Kabupaten Kediri. Kami sudah dapat bibit,” tuturnya.

Strategi pengembangan usaha lainnya adalah kerja sama dengan petani-petani atau masyarakat di sekitar kebun untuk tanaman sela atau tumpangsari, salah satunya adalah nanas. “Untuk lahan dengan kemiringan lebih dari 45 derajat, kita kerja sama dengan masyarakat untuk tanaman kayu,” ujar Tri Antono.

Untuk meningkatkan pendapatan masyarakat, pihanya juga menggandeng Koperaasi Wanita Tani  (KWT) pembibitan nanas PK1.  “Kita juga kerja sama dengan IPB untuk demplot nanas PK1,” ucapnya.

BACA JUGA:   TOP BUMD Awards 2024: Banyak BUMD Naik Level, Bukti Kinerja dan Layanannya Meningkat

Perumda Perkebunan Margomulyo juga melakukan inovasi dengan penggulaan teknologi baru dalam melakukan mapping lahan perusahaan yang luasannya mencapai 628 hektare. “Kami menggunakan drone untuk memastikan luasan lahan yang bisa kita kelola, karena lahan kami kan ada yang tidak bisa diolah karena jurang,” tuturnya.

Tahun 2023 ini, pihaknya juga akan lebih fokus pada tanaman tebu yang selama ini  menjadi penyumbang pendapatan terbesar bagi Perumda Perkebunan Margomulyo. Sekitar 85 persen pendapatan BUMD ini berasal dari tanaman tebu, dan hanya sedikit dari kopi dan cengkeh.

Untuk pengembangan SDM, Perumda Perkebunan Margomulyo melakukan mapping karyawan denan psikotest.  “Kita sudah menggandeng RSUD untuk pelaksanaan psikotest, hal ini blm dilakukan oleh manajemen sebelumnya,” kata Tri Antono.

Selain itu, manajemen mulai tahun 2024 ini menerapkan mutasi dan rotasi karyawan, serta penilaian KPI atau key performance indicators. “Kami juga melakukan alih status karyawan. Karyawan yang punya potensi dan layak untuk alih status karena sudah bekerja puluhan tahun sebagai karyawan nontetap, kita naikan statusnya menjadi karyawan tetap,” tuturnya.

Upaya lainnya adalah pembagian luas untuk memperkecil luasan kebun yang dikontrol oleh pegawai. Kemudian Inhouse Training untuk karyawan serta melakukan studi tiru yang sudah dilakukan di Yogyakarta.

Tags: Perumda Perkebunan MargomulyoTOP BUMD Awards 2023TOP BUMD Awards 2024
Previous Post

Usung Tata Kelola Transparansi, Akuntabilitas, dan Inovasi Baru, Bank BPD Bali Berhasil Lanjutkan Prestasi

Next Post

Air Minum Kemasan MASA, Inovasi Perumdam Mojopahit Tingkatkan PAD

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Info Iklan
  • Disclaimer
  • Email

TopBusiness - Inspire Great Business Performance | All Rights Reserved

  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR