Jakarta, TopBusiness – Bumi semakin panas, semakin mengancam dengan semakin terbukanya lapisan ozon sebagai akibat pengembangan energi fosil dalam berbagai hal, salah satunya energi listrik.
Dengan mengacu kepada ancaman tersebut, maka PT Len Industri (Persero) sebagai salah satu produsen listrik tenaga surya pada gilirannya membangun kepedulian akan ancaman bumi.
Ditegaskan SGM Corporate Secretary Irland Budiman, program CSV Energi untuk Bangsa ini sangatlah berdampak besar dalam menghijuakan bumi. “Perusahaan turut meningkatkan kerja sama dengan mitra binaan UMKM,” tegas Irland kepada Dewan Juri TOP CSR Awards 2024 melalui sistem aplikasi rapat zoom, di Jakarta, belum lama ini.
Tampak hadir dan terlihat di layar kaca monitor rapat zoom, ada Emma Sri Sakti sebagai GM CSR, Yudha R Tono selaku senior CSR, dan Sakti Akamsyah sebagai tim CSR.
Sebagai badan usaha milik bangsa atau BUMN yang tentu memilki 2 misi. Pertama, sebagai perusahaan harus mencapai keuntungan. Kedua, perusahaan sebagai agen pembngunan. Dikatakan Irlan, sebagai program kedua yakni sebagai agen pembangunan ada praktik-prektik bisnis harus dapat memberikan dampak terhadap pembangunan perekonomian nasional dan harus bertanggung jawab dalam mengelola lingkungan dengan baik.
Dikatakan Irland, untuk mendukung program hijaukan bumi, maka Len Industri mengemas program kepedulian perusahaan yang langsung diturunkan implementasinya dalam bentuk Creating Shared Value (CSV) dalam bentuk “Energi Surya Untuk Bangsa”. “Program merambah di seluruh Indonesia, baik itu langsung untuk dimanfaatan masyarakat sebagai penerangan lampu, serta sebagai pompa listrik untuk dimanfaatan di pompa pertanian,” ujar dia.
Semanjak 2016, Program Energi Surya Untuk Bangsa digulirkan 2 unit solarpump pompa air tenaga surya di desa Limboto, Limboto, Kabupaten Gorontalo dengan nilai bantuan Rp 100 juta. Tahun 2017, I unit solartree lampu taman tenaga surya di taman R.E. Martadinata, Kota Bandung dengan nilai bantuan Rp 75 juta.
Selanjutnya tahun 2018, 1 unit solartree lampu taman tenaga surya di SMKN khusus jurusan teknik elektro dan listrikkota Bandung, dengan nilai kontrak Rp 65 juta. Tahun 2019, 2 unit solartree lampu taman tenaga surya di alunalun Masjid Raya Jawa Barat kota Bandung dengan nilai bantuan Rp 150 juta.
Di tahun 2020, 1 unit solarpump, pompa air tenaga surya di desa Rebeka, Kabupaten Kupang dengan nilai bantuan Rp 245 juta. Tahun 2021, 10 unit saung tenaga surya 5 taman tegallega kota Bandung, 1 unit solar system urban Farming di Masjid Riyadul Jannah, Derwati, kota Bandung, dengan nilai bantuan Rp 260 juta.
Tahun 2022, 1 paket solar rooftop untuk Universitas Padjajaran dan 1 PJU tenaga surya untuk SMK dengan nilai bantuan Rp 110.161.434. Tahun 2023, 5 titik saung tenaga surya kota Bandung dengan nilai bantuan Rp 135 juta. Dan tahun 2021 ada program pangan lestari (RAPATAR).
Dijelaskan Irland, dalam rangka menyukseskan Energi Untuk Bangsa ini langsung merangkul UMKM Binaan dengan beberapa pekerjaan seperti survei, desain, produksi, instalasi, pelatihan, dan perawatan.
“Tujuan program tenaga surya untuk bangsa, semisal green energy untuk masyarakat, kampanye green energy, melawan perubahan iklim, mengurangi efek rumah kaca, promosi Len Industri, pelatihan teknisi PLTS, pemesanan produk & jasa,” pungkas Irland.
