Jakarta-Thebusinessnews. Tren digitalisasi sudah merubah kebiasaan konsumen. Untuk memaksimalkan kondisi ini, pemilik brand harus jeli melihat pergerakan konsumen.
Menurut Penggagas Indonesia Digital Popular Brand Award, Tri Raharjo bahwa popularitas merek di Internet berbanding lurus dengan kondisi nyata di dunia offline.”Brand dengan tingkat popularitas tertinggi di internet, juga menguasai market share yangTren digitalisasi sudah merubah biasaan konsumen,” ujar dia di Jakarta, Jumat(19/8/2016).
Ia menyarankan, pemilik merek harus jeli melihat pergerakan konsumen. Karena popularitas merek di Internet berbanding lurus dengan kondisi riil di dunia offline akan eksistensi dan popularitas brand tersebut di mata konsumen dan penguasaan market.
Dalam survei Indonesia Digital Popular Brand Award 2016, di Kategori Bisnis Franchise, Lisensi dan Kemitraan menggambarkan kondisi nyata di market, brand dengan tingkat popularitas tertinggi di internet, juga menguasai pangsa pasar yang baik.”Merek-merek tersebut melakukan berbagai brand activation dan customer enggagement di Internet dan berimbas pada penjualan dan pengusaaan market share di industrinya,” ujar dia.
Selain itu, merek dagang yang masuk pada peringkat teratas di kategori bisnis franchise, lisensi dan kemitraan ini, menurut Tri Raharjo, bisa jadi rujukan valid untuk mereka yang ingin membeli franchise. “Bagi franchise buyer, Digital Popular Brand Index ini jadi sebuah referensi awal untuk memilih bisnis franchise” tegas Tri Raharjo.
Terkait dengan metodologi survei, CEO IM Focus, Alex Iskandar menyatakan, bahwa parameter survei Indonesia Digital Popular Brand Award 2016, terdiri dari 3 aspek, yaitu Search Engine Based, Social Media Based, dan Website Based.
Indonesia Digital Popular Brand Award 2016 diberikan kepada merek-merek Franchise, Lisensi dan Kemitraan dalam kategori produk tertentu yang memenuhi 2 kriteria. Pertama, Merek-merek yang memperoleh nilai Popular Minimal 1.000 google Search per bulan atau total final skor minimal 15%.
Kedua, merek-merek yang menurut hasil survei berada dalam 3 peringkat teratas pada kategori bisnisnya. “Kriteria tersebut harus dipenuhi oleh sebuah merek franchise, lisensi dan kemitraan agar berhak mendapat Digital Popular Brand Award, karenanya, dengan kriteria ini, dalam 1 kategori bisnis tidak menutup kemungkinan terdapat lebih dari 1, maksimal 3 merek yang meraih Indonesia Digital Popular Brand Award 2016.” kata Alex, CEO IM Fokus.
Merek-merek pemenang Indonesia Digital Popular Brand Award 2016, kategori bisnis Franchise, Lisensi, dan Kemitraan ini menurut Alex sudah sangat familiar dengan perkembangan digital. “Mereka mampu memanfaatkan tren digital untuk menaikan tingkat popularitasnya di internet dan mengukuhkan posisi teratas di industrinya. Saya kira ini tren positif untuk memaksimalkan daya saing bisnis di Indonesia,” papar Alex.(alb)