Jakarta, TopBusiness – Kementerian Investasi/ Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) mencatat investasi Indonesia pada kuartal I 2024 mencapai Rp 401,5 triliun. Realisasi investasi itu baru 24,3 persen dari target yang ditetapkan Presiden Joko Widodo (Jokowi) sebesar Rp1.650 triliun.
Secara wilayah, luar Pulau Jawa masih mendominasi investasi yang masuk sepanjang periode tersebut. Porsinya mencapai 50,1 persen atau setara Rp201 triliun. Sementara itu, investasi di Pulau Jawa sebesar Rp200,5 triliun atau dengan 49,9 persen dari total investasi kuartal-I 2024.
Meski demikian, realisasi investasi secara tahunan investasi di luar jawa masih lebih tinggi yakni mencapai 50,1 persen.
“Kita lihat kuartal pertama ini itu cukup agresif beberapa investasi yang masuk di Jawa Timur, Jawa Tengah, Banten Jawa Barat, DKI ini cukup luar biasa sekali,” ujar Menteri Investasi/Kepala BKPM Bahlil Lahadalia dalam Konferensi Pers Realisasi Investasi Triwulan I di Kantor BKPM, Jakarta Pusat, Senin (29/4/2024).
Berdasarkan lokasinya, Jawa Barat menjadi provinsi dengan PMA dan PMDN terbanyak yakni Rp64,7 triliun. Kemudian disusuk DKI Jakarta sebesar Rp58,4 triliun. Jawa Timur Rp36,2 triliun, Sulawesi Tengah Rp27 triliun dan Banten sebesar Rp25,3 triliun.
Berdasarkan negaranya, Singapura menjadi negara dengan investasi ke Indonesia terbesar sebesar US$ 4,2 miliar. Kemudian Hong Kong sebesar US$4,2 miliar, China sebesar US$1,9 miliar, Amerika Serikat sebesar US$1,1 miliar, dan Jepang sebesar US$1 miliar.
Bahlil menyampaikan, dari total investasi tersebut berhasil menyerap Tenaga Kerja Indonesia (TKI) sebanyak 457 ribu tenaga kerja.
Lebih lanjut, Bahlil mengatakan bahwa kinerja Penanaman Modal Asing (PMA) di kuartal I ini sebesar Rp 204,4 triliun atau tumbuh 50,9 persen. Sedangkan Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN) berhasil mencatatkan Rp 197,1 triliun atau tumbuh 49,1 persen.
“Alhamdulillah ini sebagai wujud dari kepercayaan global kepada Indonesia di bawah kepimpinan bapak Presiden Jokowi. Bayangkan dunia dalam kondisi ekonomi yang tidak menentu tidak ada kepastian tetapi Foreign Direct Investment kita masih Alhamdulillah tetap terjaga,” tuturnya.
