Jakarta-Thebusinessnews. PT Bank Mandiri Tbk (BMRI) saat ini tengah mencari sumber pendanaan yang berasal dari perbankan luar negeri. Pasalnya, BMRI sebagai bank pelat merah dibebani pembiayaan infrastruktur dan pemenuhan likuiditas.
Menurut Senior Vice President International Banking and Financial Institutions BMRI, Ferry M Robbani bahwa sebagai bank pelat merah maka memiliki kewajiban mendukung proyek infrastruktur pemerintah.
“Untuk pembiayaan infrastruktur, bank BUMN (Badan Usaha Milik Negara) baru memiliki kemampuan pembiayaan Rp 400 triliun,” terang dia di Jakarta, Kamis(31/8/2016).
Sehingga pihaknya saat ini tengah gencar menerbitkan surat utang, dalam waktu dekat BMRI akan menerbitkan obligasi Rp 5 triliun yang merupakan bagian dari Penawaran Umum Berkelanjutan (PUB) I senilai Rp 20 triliun.
Namum dari pasar modal belum mencukupi kebutuhan tersebut, sehingga pihaknya melirik pilihan lain yang berasal dari pinjaman bank asing. “Kami masih menjajaki pinjaman dari Tiongkok, Jepang dan Jerman,” terang dia.
Namum dalam pemilihan debitur, pihaknya memiliki beberapa syarat misalnya bunga pinjaman lebih bersaing dan keleluasaan persero dalam menyalurkan dana tersebut kepada proyek infrastruktur.” Boleh mensyaratkan, namum jangan terlalu rinci dan ketat,” terang dia.
Seperti diketahui Lembaga keuangan asal Jepang telah menawarkan pinjaman kepada BMRI namum dengan syarat harus untuk proyek infruktur yang terkait dengan Jepang. Selain itu, lembaga keuangan asal Jerman juga telah menawari dana. (az)