TopBusiness
  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR
No Result
View All Result
  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR
No Result
View All Result
TopBusiness
No Result
View All Result

Kementan Libatkan TNI, Perluas Area Tanam Pajale

Nurdian Akhmad
22 September 2016 | 20:06
rubrik: Capital Market
Kementan Libatkan TNI, Perluas Area Tanam Pajale

Kebun Jagung (Foto: Istimewa)

 

Jakarta-Thebusinessnews. Pemerintah terus mendorong  ketahanan panga, salah satu dengan memperluas  luas areal tanam padi, jagung dan kedelai (Pajale). Dari data kementerian Pertanian tercatat 8,75 hektar (ha) areal Pajale pada periode Oktober 2015- Maret 2016 naik 362.000 ha pada periode yang sama tahun lalu seluas 8,39 ha.
Menurut Dirjen Prasarana dan Sarana Pertanian (PSP) Kementan Sumarjo Gatot Irianto bahwa pihaknya akan berupaya memperluas areal tanam pajale pada periode Juli- September 2016 dengan  melibatkan TNI.” Pertama, Dandim beserta jajarannya mengumpulkan semua Alsintan pra-panen (traktor, pompa air, dan rice transplanter) di masing-masing kabupaten yang menjadi wilayahnya,” terang dia dalam siaran pers, Kamis(22/9/2016).

Kedua,kata dia,  Waaster Kodam/Kasrem (provinsi) bersama Kabid Prasarana dan Sarana Pertanian (PSP), Kabid Produksi, dan yang lainnya setiap bulan mendatangi Kodim sentra produksi untuk melakukan percepatan tanam padi. Ketiga, gerakan tersebut dilakukan untuk seluruh wilayah kabupaten di provinsi mulai Juli sampai dengan September 2016, sehingga target tanam masing-masing wilayah bisa tercapai. Keempat, pemanfaatan potensi air setempat dimaksimalkan.
Contoh program itu telah berjalan dengan bekerjasama dengan  Kodam IX Udayana yang mencakup Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB), Nusa Tenggara Timur (NTT), dan Bali. Sebelumanya ketiga provinsi itu mengalami kendala realisasi perluasan areal.

Gatot yang juga sebagai Ketua Upaya Khusus (Upsus) Pajale Nasional sekaligus Ketua Tim Sergap Nasional mengakui kendala di tiga provonsi tersebut karena sebagian lokasi tengah dalam proses perbaikan jaringan irigasi. Perbaikan irigasi ini menyebabkan berhentinya pasokan air di lahan pertanian sehingga produksi pajale dan kesejahteraan petani menurun.

“Dinas Lingkup Pertanian bersama Kodim dan Dinas Pengairan setempat mengupayakan pada lokasi yang sedang dalam proses perbaikan jaringan irigasi agar airnya tetap mengalir dengan membuat saluran alternatif atau pipa untuk mengalirkan air irigasinya,” ujar Gatot
Berdasarkan data PSP Kementan, realisasi  penanaman pajale di NTB pada periode Oktober 2015 hingga Maret 2016 mencapai 313 ribu ha atau naik 1.356 hektar dibanding periode sebelumnya. Sedangkan di NTT pada periode yang sama mencapai 215 ribu ha atau mengalami penurunan dibanding periode yang sama tahun sebelumnya seluas 220 ha.

BACA JUGA:   Direktur GMFI Mundur

Sedangkan di Provinsi Bali, realisasi penanaman pajale untuk periode Oktober 2015 hingga Maret 2016 mencapai 67 ribu ha. Posisi tersebut mengalami penurunan dibanding periode yang sama tahun sebelumnya seluas 74 ribu ha.

Gatot menambahkan, untuk periode April hingga Juni 2016 Ditjen PSP Kementan mencatat realisasi penanaman pajale secara nasional mencapai 3,67 juta ha atau turun dibandingkan tahun sebelumnya seluas 4,01 juta ha.

Provinsi NTB yang tercatat sebagai provinsi terluas dalam melakukan tanam pajale pada periode April hingga Juni 2016 berhasil merealisasi penanaman seluas 109 ribu ha. Sementara untuk Provinsi Bali mencatat luas areal penanaman pajale 28 ribu ha dan NTT seluas 21 ribu ha.

“Meskipun demikian, Provinsi Bali dan NTT mencatat perkembangan positif untuk realisasi tanam pajale pada periode tersebut. Realisasi tanam pajale di Provinsi Bali pada periode tersebut naik 1.459 ha dibanding periode yang sama tahun sebelumnya, sementara NTT naik 165 ha dari 21,01 ha menjadi 21,17 ha,” imbuh Gatot.

​Untuk Provinsi Bali, pemerintah manargetkan realisasi penanaman pajale April hingga September 2016 seluas 100 ribu hektar atau naik sekitar 55 persen dibanding periode yang sama tahun sebelumnya seluas 64,7 ribu ha. Dalam tiga bulan (April-Juni 2016), realisasi penanaman pajale di Provinsi Bali baru sekitar 28 ribu ha.

Sementara itu di Provinsi NTB, realisasi dan target penanaman pajale yang dicanangkan pemerintah untuk periode April-September 2016 seluas 160 ribu ha atau naik 1,6 persen dibanding periode yang sama tahun sebelumnya seluas 157 ribu ha. Dalam tiga bulan (April-Juni 2016), realisasi penanaman pajale di Provinsi NTB sudah mencapai 109 ribu ha.

​Di Provinsi NTT, realisasi dan target penanaman pajale yang dicanangkan pemerintah untuk periode April-September 2016 seluas 72 ribu ha atau naik sebanyak 37,49 persen dibanding periode yang sama tahun sebelumnya seluas 52 ribu ha. Dalam tiga bulan (April-Juni 2016), realisasi penanaman pajale di Provinsi NTB sudah mencapai 109 ribu ha. (az)

Previous Post

BI Turunkan BI 7-DayReverse Repo Rate Sebesar 25 bps

Next Post

Menjanjikan, Pemerintah Perlu Lindungi Area Tanam Tembakau

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Info Iklan
  • Disclaimer
  • Email

TopBusiness - Inspire Great Business Performance | All Rights Reserved

  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR