Jakarta-Thebusinessnews. Industri asuransi pada paruh pertama 2016 mencatatkan pertumbuhan aset 11 persen. Angka pertumbuhan dapat digenjot lagi jika serius menyasar lini usaha baru yakni energi.
Hal itu disampaikan Wakil Ketua Komisi VII, Fadel Muhammad pada malam penghargaan Industri Asuransi yang diselenggarakan Warta Ekonomi, di Jakarta, Kamis(29/9/2016).” Masih banyak sektor yang belum maksimal dilayani industri asuransi seperti lini usaha energi” kata dia.
Padahal, kata dia, potensi lini usaha energi tergolong besar untuk meningkatkan raihan premi, mengingat sektor ini sedang melakukan pengembangan besar-besaran. Khususnya, pengembangan pembangkit listrik 35 Gigawatt dalam lima tahun mendatang.
Dengan demikian, juga membutuhkan perlindungan kerugian.
Selain itu, industri asuransi di minta untuk menekuni lini usaha kemaritiman dan bencana alam.”Jika masuk ke lini usaha itu akan mendongkrak pertumbuhan aset industri asuransi,” kata Fadel.
Lebih jauh dia mengatakan pertumbuhan aset industri hingga Juni 2016 sebesar 11 persen telah menyalip pertumbuhan aset perbankan sebesar 8 persen.” Naiknya perrtumbuhan itu karena industri asuramsi masuk ke lini usaha baru seperti asuransi mikro dan pertanian,” terang dia.
Dalam kesempatan yang sama, Deputi Komisioner Industri Keuangan Non Bank(IKNB) OJK, Edi Setiadi merinci, aset industri asuransi pada akhir Juni 2016 sebesar Rp502,5 triliun atau tumbuh 10,92 persen.” Industri asuransi menguasai 30 persen aset IKNB yang sebesar Rp1700 triliun” terang dia. (Az)