Jakarta, TopBusiness—Sepanjang tahun 2023, nilai ekspor produk elektronika dan telematika mencapai angka USD9,09 miliar, terutama untuk produk home appliance dan peralatan telekomunikasi.
“Kami terus-menerus berikhtiar memerluas akses pasar ekspor untuk industri nasional khususnya ke pasar ekspor ke negara-negara potensial seperti di Asia Pasifik, Timur Tengah dan Afrika,” ungkap Direktur Industri Elektronika dan Telematika (IET) Kementerian Perindustrian RI (Kemenperin), Priyadi Arie Nugroho, dalam keterangannya untuk wartawan (2/6/2024).
Permintaan terhadap produk telekomunikasi dan komunikasi saat ini menjadi booming seiring dengan pemenuhan berbagai kebutuhan layanan teknologi digital yang semakin tumbuh pesat di seluruh dunia. Produk tersebut di antaranya adalah handphone, laptop, kabel dan aplikasi digital yang kini menjadi kebutuhan mendasar bagi industri maupun masyarakat pada umumnya.
“Kementerian Perindustrian berkomitmen memajukan industri ICT yang berdaya saing, dengan salah satu langkah strategisnya adalah memfasilitasi promosi kemampuan produk, jasa dan teknologi industri di pasar internasional khususnya bagi industri elektronika dan telematika nasional,” kata dia.
Fasilitas promosi itu misalnya melalui keikutsertaan pada ajang Communic Asia 2024 di Singapura, yang merupakan wujud kolaborasi Kemenperin dan Kedutaan Besar Republik Indonesia di Singapura. Kegiatan tingkat internasional ini bertujuan untuk memerkenalkan kemampuan industri nasional khususnya sektor elektronika dan telematika, yang sekaligus menjembatani keterhubungan industri tersebut dengan rantai pasok global.
Pada gelaran bergengsi tersebut, Kemenperin memboyong sebanyak 11 perusahaan untuk menampilkan produk dan teknologi karya industri dalam negeri, seperti kabel fiber optik, IoT, laptop, CCTV dan digital solution.
“Pada Communic Asia 2024, Kemenperin juga menfasilitasi forum bisnis dengan tema The Role of ICT Industry in Indonesia Digital Transformation,” ujar Priyadi.
Forum bisnis tersebut dibuka oleh Duta Besar Indonesia di Singapura, Suryo Pratomo dan diikuti oleh lebih dari 100 peserta baik dari wilayah Asean hingga negara lain.
