Jakarta, TopBusiness – Indeks harga saham gabungan atau IHSG di PT Bursa Efek Indonesia hingga sesi penutupan perdagangan berpotensi sideways.
Melalui website samuel.co.id, daily report Samuel Sekuritas Indonesia, Rabu (5/06/2024) memperlihatkan judul IHSG Berpotensi Sideways Hari Ini.
Bursa AS ditutup menguat pada Selasa (04/06). Dow Jones +0,36%, S&P 500 0,15% dan Nasdaq 0,17%. Wall Street menguat saat investor menanti laporan nonfarm payrolls untuk bulan Mei.
Pasar komoditas terpantau bergerak melemah pada Selasa (04/06). Minyak -1,69% ke level USD 72,83/bbl, batubara -1,60% ke level USD 137,95/ton, nikel -3,26% ke level USD 18.889/ton, CPO -3,89% di level MYR 4.079, dan harga emas -1,01% ke level USD 2.347/toz.
Pasar Asia bergerak mixed pada Selasa (04/06). Nikkei -0,22%, Hang Seng +0,22%, Shanghai +0,41%, dan KOSPI -0,76%.
IHSG mengakhiri sesi kemarin di level 7.099,3 (+0,90%) dengan investor asing mencatatkan keseluruhan net sell sebesar Rp 243,3 miliar. Di pasar reguler, investor asing mencatatkan net sell Rp 216,6 miliar, dan pada pasar negosiasi tercatat net sell asing Rp 26,7 miliar. Net sell asing tertinggi di pasar reguler dicetak BBRI (Rp 106,5 miliar), BRPT (Rp 104,6 miliar), dan TOWR (Rp 96,2 miliar). Net buy asing tertinggi di pasar reguler dicatatkan TPIA (Rp 111,9 miliar), BBNI (Rp 90,3 miliar), dan ASII (Rp 75,8 miliar). Top leading movers AMMN, TPIA, Bren, sementara top lagging movers BBRI, GOTO, DSSA.
Pagi ini NIKKEI dibuka -0,87% dan KOSPI +0,57%. “Kami memperkirakan IHSG berpotensi sideways hari ini, seiring dengan sentimen mixed dari pergerakan bursa global dan regional,” demikian tertulis.
