Jakarta-Thebusinessnews. Grup Linetrust akan menggelontorkan dana senilai USD 600 juta kepada Kantor cabangnya di Asean . Grup tersebut telah berkecimpung dalam bisnis peminjaman kepada sektor-sektor yang tergolong brick & mortar atau sektor sektor yang berkecimpung pada bisnis yang notabene berurusan dengan konsumennya secara langsung.
Dana itu untuk menunjang 54.000 Unit Manufaktur Hi-BF Kraft Liner dan Top White Liner. Penandatanganan kerjasama antar kedua perusahaan digelar di Inter-Continental Mid Plaza Hotel, Jakarta, Indonesia.
Direktur Capitico PRG Pvt. Ltd., Rajeev Goel selaku perwakilan Asosiasi, menjelaskan jalinan kerjasama ini dapat mengubah dinamika industri kertas di India. Hal ini dapat membantu Aryanav Paper memaksimalkan kemampuannya dengan mengisi kekosongan yang timbul atas permasalahan utang yang melilit banyak perusahaan manufaktur kertas di India.
Aryanav Paper Mills Private Limited, sebuah perusahaan yang bergerak di bidang manufaktur kertas bertipe Kraft Liner dan Top White Liner yang beroperasi di daerah Telangana, India, telah menjadi bagian dalam asosiasi keuangan senilai US$21 juta dalam bentuk hutang jangka panjang dari Linetrust International Offshore Limited asal Inggris.
“Kini telah mengurangi kapasitas produksinya sebagai akibat dari bertambahnya biaya bahan baku kertas atau telah menutup usahanya dikarenakan adanya kelangkaan modal kerja, katanya, Senin (7/11/2016).
Amit Gupta, Direktur Aryanav Paper Mills, berpendapat kerjasama dengan Linetrust International akan membantu usahanya dalam memproduksi kertas Liner terbaik yang ada di pasaran.
Dengan biaya dari utang turun dengan drastis, akan memiliki pengaruh secara langsung Terhadap topline dan bottom line.”Sehingga memungkinkan kami untuk berkompetisi secara sehat dengan rekan-rekan kami yang juga sedang berjuang melawan tingginya biaya baku dan beban bunga hutang, tuturnya.
Gupta juga mengekspresikan kebahagiaan sekaligus rasa terima kasih yang sedalam-dalamnya kepada pihak Linetrust International yang telah menaruh kepercayaan dalam bentuk upaya greenfield venture ini, yang memungkinkan impiannya menjadi nyata.
Linetrust International dalam pernyataannya telah menggarisbawahi adanya kebutuhan akan utang dengan biaya rendah untuk perusahaan-perusahaan di seluruh dunia sebagai bentuk perlawanan atas tingginya biaya daur ulang sampah bubur kertas, salah satu bahan baku untuk manufaktur kertas Kraft Liner.
Mary Mam, salah satu pemegang saham yang mengurusi pasar pendanaan hutang Asean juga berpendapat bahwa segala bentuk usaha ini akan membantu meningkatkan sektor-sektor manufaktur yang kini sedang menghadapi peningkatan biaya bunga dan meningkatnya nilai bahan baku yang mempengaruhi industri domestik.(az)