Jakarta, businessnews.id – Agen Travel Smailing Tour, terus melakukan transformasi dengan melaksanakan berbagai langkah dan program pengembangan untuk menghadapi tantangan dan peluang industri pariwisata di masa depan. Di usia yang tak muda lagi, yakni 40 tahun,Smailing Tour, terus meningkatkan inovasi dan jaringan untuk memperkuat bisnis layanan travelnya baik untuk kunjungan wisatawan nusantara (wisnus) maupun wisatawan mancanegara (wisman).
Founder Smailing Tour Group Rudy Akili mengungkapkan program transformasi bisnis bertujuan selain untuk menjadikan kompetitif di masa depan, juga agar terus relevan dan dapat memenuhi harapan dan tuntutan para turis domestik maupun internasional. Pihaknya tetap optimistis menghadapi kondisi bisnis pariwisata di tahun depan. Bahkan, lanjut dia, Smailing Tour menargetkan pertumbuhan sebesar 10 persen hingga 20 persen di tahun depan.
Hal senada juga dikatakan Presiden & CEO Smailing Tour, Anthony Akili, di sela perayaan 40 Tahun Smailing Tour, di Museum Akili, Jakarta, Selasa (29/11) siang. Dia optimis pada tahun 2017 akan terjadi pertumbuhan di sektor pariwisata, walapun perekonomian dunia belum pulih. Tahun 2016 terutama di sektor pariwisata sangat berat. Terlebih, lanjut dia, banyak industri lainnya yang mengalami kesulitan karena dunia sedang bergejolak. “Meski demikian, kami bersyukur karena Smailing Tour masih mengalami pertumbuhan diatas pertumbuhan industri pariwisata,” tegasnya.
Menurut Anthony, salah satu strategi Smailing Tour di tahun 2017 adalah membidik wisatawan mancanegara (wisman) untuk mengunjungi sepuluh destinasi utama pemerintah seperti, Danau Toba, Tanjung Kelayang, Kepulauan Seribu, Tanjung Lesung, Borobudur, Bromo-Tengger-Semeru, Mandalika, Wakatobi, Labuan Bajo dan Pulau Morotai. Yang tidak kalahpenting adalah agar dapat terus berperan mendukung program pemerintah mendatangkan 20 juta wisatawan pada tahun 2020.
Seperti diketahui, travel agent itu telah beroperasi sejak 1989, khususnya memberikan layanan kepada para turis inbound. Sejalan dengan peningkatan layanan yang diberikan dan dengan expertise selama 27 tahun, Smailing Tour Bali dikembangkan menjadi Smailing Tour DMC. Setelah pembukaan kantor cabang di Yogyakarta tahun lalu, Sejalan dengan peningkatan layanan yang diberikan, Smailing Tour DMC akan membuka kantor baru di Bandung, Surabaya, Lombok, Balikpapan, Medan, Batam, Makasar, Manado, dan Labuan Bajo.
Sebagai bagian dari pengembangan bisnis dan pemberian solusi bagi turis domestik dan internasional yang terus meningkat dalam melaksanakan perjalanan dari Bali ke berbagai kota tujuan di Indonesia dan luar negeri, Smailing Tour meresmikan Smailing Tour’s Bali Ticketing and Outbound Centre di Sanur, Bali. Kantor baru itu selanjutnya akan memberikan layanan dan solusi bagi “corporate travellers” maupun “leisure travellers” baik domestik maupun internasional yang memerlukan penyiapan tiket maupun keperluan perjalanan lainnya. Smailing Tour’s Bali Ticketing and Outbound Centre juga akan dapat berfungsi sebagai pusat promosi Bali ke luar negeri.
Lebih lanjut Anthony menambahkan, saat ini, Smailing Tour, menjadi salah satu perusahaan biro perjalanan terbesar di Indonesia dengan menguasai sekitar 11 persen pangsa pasar bisnis biro perjalanan di Nusantara. Dalam perjalanannya hingga kini, Smailing Tour menempatkan diri sebagai pakar pengelolaan perjalanan (travel management) meliputi antara lain penjualan tiket perjalanan, pemesanan hotel, perjalanan wisata korporasi, penyediaan jasa trasnportasi pesawat jet dan yacht pribadi hingga pengelolaan MICE (meeting, incentive, conference, and exhibition) dan sebagainya. (red/ju)