Jakarta, TopBusiness—Di tengah tingginya ketidakpastian global, perekonomian Indonesia tetap menunjukkan kinerja yang baik. Pertumbuhan ekonomi triwulan II 2024 diperkirakan tetap tumbuh melebihi 5%, melanjutkan performa di triwulan I yang 5,11%. Dalam siaran pers dari KSSK (Komite Stabilitas Sistem Keuangan) hari ini, disebutkan adanya pendukung kelanjutan pertumbuhan ekonomi Indonesia. Antara lain aktivitas penyelenggaraan pilkada (pemilihan kepala daerah) serentak pada bulan November 2024, yang memberikan dampak positif bagi aktivitas konsumsi.
Ekspor barang diprakirakan meningkat, didorong ekspor produk manufaktur dan pertambangan, terutama ke negara mitra dagang utama seperti India dan Tiongkok.
Kebijakan belanja pemerintah untuk menjaga stabilitas harga dan Program Perlindungan Sosial (Perlinsos) untuk masyarakat rentan diharapkan mendorong laju pertumbuhan konsumsi masyarakat.
Investasi diprakirakan menguat sejalan dengan penyelesaian target pembangunan infrastruktur dan investasi sektor swasta. Sementara dari sisi produksi, aktivitas perekonomian masih ditopang sektor manufaktur, konstruksi, dan perdagangan yang diprakirakan tetap kuat seiring dengan peningkatan nilai tambah dan output produksi didukung oleh keberlanjutan hilirisasi.
“Dengan perkembangan ini, pertumbuhan ekonomi Indonesia tahun 2024 diprakirakan pada kisaran 5,0-5,2% yoy”, demikian disebutkan dalam rilis tersebut.
