Jakarta, TopBusiness — Laju IHSG ditutup naik 1.08% kemarin, dan disertai dengan net buy asing ~874 miliar. Saham yang paling banyak dibeli asing adalah BMRI, AMRT, INDF, TPIA, dan AMMN.
Untuk perdagangan hari ini, Head of Retail Reasearch BNI Sekuritas, Fanny Suherman mengatakan, laju IHSG berpotensi koreksi wajar karena sudah naik cukup signifikan dalam beberapa hari terakhir.
“Dengan kondisi itu, untuk level support IHSG akan berada dalam rentang 7360-7400. Adapun untuk level resist IHSG di kisaran 7450-7500,” katanya, Kamis (15/8/2024).
Global Overnight Review. Wall Street Menguat, S&P 500 Reli Lima Hari Berturut-turut. Bursa saham Wall Street naik pada Rabu (14/8). Bahkan, S&P 500 mencatat kenaikan lima hari berutut-turut.
Untuk Dow Jones Industrial Average naik 0,61% ke 40.008,39. Sedangkan S&P 500 menguat 0,38% ke 5.455,21. Sementara, indeks Nasdaq Composite naik tipis 0,03% menjadi 17.192,6.
Data dari Bureau of Labor Statistics AS menunjukkan harga konsumen naik 2,9% YoY, turun dari 3% pada Juni dan merupakan angka terendah sejak Maret 2021. Harga meningkat 0,2% MoM.
Berdasarkan konsensus Dow Jones memperkirakan kenaikan 0,2% dari bulan lalu dan kenaikan 3% YoY. Inflasi inti, yang tidak termasuk harga makanan dan energi, naik 0,2% pada bulan tersebut. Angka tersebut sesuai ekspektasi.
Sementara, saham Kellanova melonjak lebih dari 7,8% setelah berita bahwa perusahaan tersebut akan diakuisisi oleh produsen camilan Mars dalam kesepakatan senilai US$ 36 miliar.
Saham perusahaan induk Google, Alphabet, turun 2,3% setelah kabar bahwa Departemen Kehakiman AS sedang mempertimbangkan upaya untuk memecah raksasa teknologi tersebut.
Bursa Saham Mixed, Nikkei & Kospi Kompak Menguat. Bursa saham Asia-Pasifik memperpanjang kenaikan pada perdagangan minggu ini setelah harga produsen di AS tercatat lebih rendah dari perkiraan pada bulan Juli.
Indeks Nikkei 225 Jepang naik 0,58%, sementara Topix melesat 1,11%. Indeks Kospi Korea Selatan naik 0,88%, dan Kosdaq melonjak 1,57%. Indeks S&P/ASX 200 Australia mencatat kenaikan sebesar 0,30%.
Pada hari Rabu pagi, regulator saham negara itu menggugat ASX atas “pernyataan menyesatkan” terkait Sistem Subregistri Elektronik Rumah Kliring atau CHESS, sebuah sistem komputer yang digunakan untuk menyelesaikan perdagangan di bursa.
Sedangkan, Hang Seng Hong Kong (HSI) turun 0,35%. Investor kini mengalihkan perhatian ke angka IHK bulan Juli dari AS yang akan dirilis pada Rabu waktu AS. Sementara di Korea Selatan tingkat pengangguran yang disesuaikan secara musiman turun menjadi 2,5% dari 2,8% pada bulan Juli. (Sumber: CNBC, Investor Daily, Bloomberg).
Trading Idea hari ini: BBCA, ADRO, SCMA, CMRY, ULTJ, dan BSDE
-BBCA Spec Buy dengan area beli di 10175, cutloss jika break di bawah 10100. Jika tidak break di bawah 10100, potensi naik ke 10300-10425 short term.
-ADRO Spec Buy dengan area beli di 3200, cutloss jika break di bawah 3180. Jika tidak break di bawah 3200, potensi naik ke 3250-3300 short term.
-SCMA Spec Buy dengan area beli di 128, cutloss jika break di bawah 125. Jika tidak break di bawah 125, potensi naik ke 132-135 short term.
-CMRY Spec Buy dengan area beli di 5250, cutloss jika break di bawah 5150. Jika tidak break di bawah 5250, potensi naik ke 5400-5600 short term.
-ULTJ Spec Buy dengan area beli di 1845, cutloss jika break di bawah 1825. Jika tidak break di bawah 1845, potensi naik ke 1875-1900 short term.
-BSDE Buy on Weakness dengan area beli di 1140, cutloss jika break di bawah 1120. Jika tidak break di bawah 1120, potensi naik ke 1180-1200 short term.
