Jakarta, TopBusiness – Sebagai perusahaan teknologi informasi dan komunikasi (TIK) terkemuka di Indonesia, PT Aplikanusa Lintasarta atau biasa disebut dengan Lintasarta, tetap mengikuti perkembangan dan lompatan teknologi tapi dibarengi mitigasi risiko berkesinambungan dengan dibarengi ESG dan SDGs agar bisnis terus berlanjut.
Ditegaskan Director & Chief Delivery Operation Officer, Ginandjar, perkembangan teknologi informasi (IT) di seluruh dunia sudah sangat besar sekali, dengan kemajuan ini perusahaan pun wajib mengikutinya, jika tidak kita akan tertinggal.
“Demikian pula dengan Lintasarta, sudah mengikuti perkembangan lompatan IT tersebut. Untuk mengelola bisnis dengan baik, maka bagi Lintasarta wajib menerapkan mitigasi risiko berkesinambungan, terintegrasi dan dijalankan dengan baik pula,” kata Ginandjar di hadapan Dewan Juri TOP GRC Awards 2024, yang berlangsung secara virtual melalui aplikasi rapat zoom, di Jakarta, Senin (20/08/2024).
Disebutkannya, ada 3 unsur yang wajib dikelola dengan baik yaitu, kepercayaan, independen dan mengelola risiko. “Dan kami telah melakukan dengan baik itu di internal dan eksternal,” ucap dia.
Dia melanjutkan, perusahaan juga membangun budaya perusahaan yang wajib diikuti seluruh insan Lintasarta seperti ICARE. ICARE sendiri merupakan kependekan dari Innovation, Collaboration, Agility, Resiliance, Ethics. “Itu dilaksanakan agar bisnis IT terus memberikan pertumbuhan bagi seluruh stakeholder”, tegas Ginandjar.
Sementara itu, Komisaris Yeni Sugiarto menambahkan bahwa Lintasarta sebagai perusahaan IT telah melakukan bisnisnya selama 35 tahun. Selama proses bisnis dilakukan telah banyak capaian yang membanggakan. Berbagai sertifikasi diraihnya dan penerapan sertifikasi ini dilakukan dengan sangat baik, serta kerja sama dengan pihak asing berhasil mendongkrak reputasi perusahaan IT ini terbaik se-Asia Pasifik. “Bahkan Lintasarta dalam pertumbuhannya turut membangun CSR dan SDGs agar pertumbuhannya selaras untuk membangun masyarakat”, tegas Yeni Sugiarto.
Perusahaan didukung dengan core business khusus dalam memberikan layanan komunikasi data, layanan informasi bisnis, dan layanan internet yang menjangkau daerah-daerah terpencil dan terdepan, terluar (T3) hingga perbatasan dengan negara tetangga dengan jangkauan jaringan 397 kota fiber optic, 10 k remote VSATS, 3 cloud infrastrukture, 2,3 k diberbagai segmen industri.
Bisnis Lintasarta mencakup connectivity, data communication, Internet service. Sementara untuk IT services ada Lintasarta data center, Lintasarta cloudeka, squra cybersec, managed services IT operation, managed multi cloud. Sedangkan, industry solution ada public sector solution platform (SKOTA), healthcare solution platform (OWLEXA), finance solution platform, resources solution platform, digital solution, cros industry solution.
Bagi Lintasarta dalam mengelola perusahaan agar terus tumbuh dan berkembang berkelanjutan, penerapan GRC, ESG dan SDGs secara terintegrasi merupakan kunci utama. Sehingga, menjadikan perusahaan dengan core bisnis dalam penyedia layanan TIK berstandar global. Dengan kinerja apiknya, maka penilaian GCG untuk tahun 2022 sebesar 2,299 dan 2023 meningkat menjadi 2,916.
Sedangkan, Corporate Secretary, Billy Nikolas Simanjutak mengatakan, dalam pelaksanaan GRC secara terintegrasi dengan tujuan mengelola risiko keamanan siber. “Lintasarta menerapkan GRC secara terintegrasi mambantu perusahaan mengelola kompleksitas operasional dan regulasi dengan lebih baik, meningkatkan efisiensi, dan melindungi kepentingan pemangku kepentingan di seluruh rantai nilai. Lalu, menetapkan kebijakan-kebijakan keamanan informasi dan privacy. Juga, menerapkan kepatuhan /tata kelola terhadap UU PDP,” ungkap dia.
Tak terkecuali, dalam implementasi ESG, perusahaan menerapkan ISO 14001 tentang Sistem Manajemen Lingkungan, penerapan kerja hybride sebagai bagian untuk mengurangi emisi karbon, dan penggunaan energi listrik tenaga surya untuk BTS di daerah 3T.
Program CSR pun dilakukan. Seperti, Cinta Bumi yaitu Lintasarta memberikan bantuan biaya medis konservasi penyu di TCEC, Bali dan waste management di Lintasarta League 2023.
Ada juga Program Pintar: pelatihan digital dan donasi Yayasan Tunas Mulya Bantargebang Bekasi. Dukung Diskominfo Jawa Barat dalam gratiskan Public Wifi ke desa blank spot, Lintasarta Cloudeka Digischool, CSR sosialisasi internet sehat bekerja sama dengan Markplus Institute di sejumlah kota.
Selanjutnya, Inovasi Digitalisasi: Lintasarta berikan pelatihan tersertifikasi di sejumlah kota.
Kemudian Sehat Sejahtera: Lintasarta memberikan santunan safari Ramadhan, bantuan korban bencana Cianjur, memberdayakan pengrajin angklung Udjo, Lintasarta rayakan bulan kemerdekaan dengan misi berkelanjutan melalui manajemen limbah, donor darah dan donasi pendidikan.
