Jakarta, TopBusiness – PT Sarana Menara Nusantara (IDX: TOWR) membeberkan aksi korporasi Perseroan untuk mengakuisisi PT Inti Bangun Sejahtera Tbk (IBST). Aksi korporasi ini bakal rampung di kuartal III-2024 ini sekaligus untuk mengetahui seberapa besar dampak dari akuisisi IBST itu.
TOWR sendiri mengakui kinerja keuangan semester I belum diaudit. Dan berdasar kinerja kuartal I-2024, revenue TOWR mencapai Rp 3,04 triliun, EBITDA Rp2,54 triliun (EBITDA margin 83,5%) dan laba bersih sebanyak Rp 797,4 miliar.
Rencana bisnis organic TOWR untuk tahun 2024 tetap dipertahankan yaitu pertumbuhan pendapatan sebesar 4-6% sebagaimana telah disampaikan sebelumnya. Dan usai akuisisi IBST ini, Perseroan belum memastikan kontribusi ke keuangan TOWR.
“Perkiraan penambahan revenue ini belum memasukkan hasil dari akuisisi IBST yang angka-angka finalnya sedang dilakukan audit,” ujar Aming Santoso, Direktur Utama dan CEO SMN Group, dikutip Kamis (29/8/2024).
Kata dia, IBST akan dikonsolidasikan ke dalam angka-angka TOWR terhitung sejak awal kuartal III-2024 seiring dengan dilaksanakannya akuisisi mayoritas saham IBST pada 1 Juli 2024 yang lalu itu.
Usai akuisisi ini, kata dia, pertumbuhan bisnis organik SMN tahun 2024 diperkirakan akan ditopang oleh segmen non-menara terutama Fiber to the home (FTTH) yang diperkirakan bisa mencapai akumulasi 1,6-1,8 juta homes passed pada akhir tahun. Saat ini, TOWR memiliki ¬ 1 juta homes passed untuk FTTH.
“Bisnis FTTH ini secara stratejik sangat penting karena mendukung strategi Fixed Mobile Convergence yang dijalankan para operator telekomunikasi dan memberikan kesempatan kami memperluas jaringan fiber optic iForte,” ujar dia.
Selain itu, TOWR juga menemukan sinergi aset serta operasional yang sangat baik antara segmen FTTH, Fiber to the Tower (FTTT), Connectivity dan bahkan sinergi ini turut disumbangkan oleh segmen menara. “Ini juga termasuk kesempatan pertumbuhan kami lainnya yang berhasil mengakuisisi 90.11% saham IBST pada pada 1 Juli 2024 itu,” ucap Aming.
“Dengan nilai akuisisi yang sangat baik, kami akan menambah sekitar 3.300 menara dan sekitar 16.000 km aset fiber optic,” katanya.
Pasca akuisisi, lanjut Aming, dengan arus kas IBST yang cukup baik telah berhasil dilakukan pelunasan utang bank sebesar Rp 580 miliar serta menurunkan biaya bunga dari sebelumnya pada kisaran 8,5-9,0% per tahun menjadi sekitar 6,5%.
“Pelaksanaan sinergi aset, kegiatan manajemen serta operasional sedang berjalan sehingga dampak dari sinergi yang optimal akan terlihat di tahun 2025,” pungkasnya.
