TopBusiness
  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR
No Result
View All Result
  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR
No Result
View All Result
TopBusiness
No Result
View All Result

Luhut: Transisi Energi Bakal Hemat Subsidi Rp 90 Triliun per Tahun

Albarsyah
5 September 2024 | 14:59
rubrik: Business Info
Circular Economy RI Belum Mencakup UKM

Ilustrasi Energi Baru/Istimewa

Jakarta, TopBusiness – Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan menyebutkan transisi energi secara bertahap bakal menghemat subsidi sebesar Rp 45 triliun hingga Rp 90 triliun per tahun.

Hal itu disampaikan Luhut ketika ditemui di sela perhelatan Forum Tingkat Tinggi Kemitraan Multipihak (HLF MSP) dan Forum Indonesia-Afrika (IAF) ke-2, di Badung, Bali, Senin (1/09/2024).

Adapun tahapan-tahapan transisi energi tersebut meliputi penghentian operasi Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) Suralaya, di Cilegon, Banten, penerapan standar emisi karbon kepada para pelaku industri, serta mendorong penggunaan kendaraan listrik (electric vehicle/EV).

Luhut mengklaim penggunaan EV bisa menghemat anggaran yang selama ini dialokasikan untuk menjadi subsidi bahan bakar minyak (BBM). “Itu (Rp 45 triliun – Rp 90 triliun) angka yang sangat besar dan kita bisa gunakan untuk kepentingan yang lebih banyak lagi ke depan,” katanya seperti dikutip dari Antara.

Selama ini, kata Luhut, pemerintah harus mengeluarkan dana sebesar Rp 38 triliun untuk biaya berobat masyarakat akibat polusi udara. Sedangkan lewat transisi energi, menurut dia, pemerintah dapat mengatasi permasalahan polusi di Indonesia, khususnya di Jakarta. “Kita juga belajar dari Cina yang mereka juga berhasil dalam (mengatasi masalah) polusi udara ini,” ucap Luhut.

Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati sebelumnya mengatakan alokasi anggaran ketahanan energi yang disiapkan pada Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (RAPBN) 2025 mencapai Rp 421,7 triliun.

Anggaran itu bakal digunakan untuk meningkatkan subsidi dan kompensasi energi. Adapun dalam RAPBN 2025, subsidi dan kompensasi energi disiapkan pagu sebesar Rp 394,3 triliun, tumbuh 17,8 persen dari pagu 2024 yang sebesar Rp 334,8 triliun.

Sedangkan dana subsidi dan kompensasi energi sebesar Rp 394,3 triliun digulirkan untuk melanjutkan subsidi LPG tabung 3 kilogram, solar, dan minyak tanah sekaligus memastikan ketepatan sasaran program. Sri Mulyani menyebutkan subsidi energi bakal disalurkan untuk dukungan listrik rumah tangga miskin dan rentan, serta transisi energi yang efisien dan adil.

BACA JUGA:   Pengembangan EBT masih Minim
Tags: pengembangan EBT
Previous Post

Kementerian ESDM Tawarkan Proyek Migas-Energi Hijau ke China

Next Post

Pertagas Niaga dan Reethau Darma Teken Kontrak Rp 1 Triliun

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Info Iklan
  • Disclaimer
  • Email

TopBusiness - Inspire Great Business Performance | All Rights Reserved

  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR