Jakarta, TopBusiness—Implementasi GRC di Peruri telah berdampak nyata ke bisnis. “Penerapan GRC sangat memerkuat bisnis kami. Dengan itu, kami bisa memaksimalkan keuntungan dan meminimalkan kerugian,” kata Direktur Keuangan Peruri, Fajar Rizki, dalam presentasi untuk Dewan Juri Top GRC Awards 2024, yang digelar Majalah TopBusiness berkolaborasi dengan sejumlah lembaga (6/9/2024).
Fajar memberikan contoh nyata dampak nyata tersebut. Yakni bahwa, di periode 2019-2023, CAGR bisnis digital Peruri naik sangat signifikan. “Di periode itu, kenaikan bisnis digital kami naik sebesar 214,40%,” kata dia.
Sementara itu, Direktorat Bisnis Digital Peruri merupakan unit bisnis terbaru di BUMD tersebut.
Ia pun menjelaskan banyak hal tentang praktik GRC di BUMD tersebut. Antara lain, dijelaskannya bahwa skor GCG untuk tahun 2023, ada di 88,9. Ini berarti ada di level ‘sangat baik’. Adapun untuk risk maturity level index di 2023, Peruri mendapatkan level 3,49. “Artinya, ada pada fase ‘praktik yang baik’,” Fajar menjelaskan lagi.
Fajar pun menjelaskan bahwa Peruri telah menjalankan GRC yang terintegrasi dalam satu grup. Kebijakan tata kelola terintegrasi telah dipunyai oleh Peruri. Dalam hal tersebut, perusahaan induk punya corporate policy manual. Adapun untuk anak usaha, ada peraturan direksi anak perusahaan, yang memuat tata kelola terintegrasi.
BUMD tersebut pun punya peta jalan penerapan tata kelola perusahaan yang baik. “Sejak 2015, Peruri telah menginisiasi penerapan tata kelola perusahaan yang baik. Hal itu digambarkan melalui GCG Journey dan Roadmap GCG 2024,” Fajar mengatakan.
Aspek ESG juga menjadi fokus Peruri dalam operasional bisnis. Peruri, dalam hal tersebut, punya dokumen sustainability report.
Fajar mencontohkan praktik ESG di perusahaan tersebut. “Untuk circular economy, kami mengolah limbah hasil produksi. Untuk sistem pengolahan limbah produksi, kami mengeluarkan dana yang tak sedikit,” papar dia.
