Jakarta, TopBusiness – PT Cikarang Listrindo Tbk (IDX: POWR), emitan yang memiliki kegiatan usaha di pembangkitan, transmisi, dan pendistribusian energi listrik kepada konsumen akhir berencana untuk menerbitkan surat utang (obligasi) dalam bentuk Notes. Langkah korporasi ini dilakukan guna melunasi utang anak usaha yang akan jatuh tempo pada 14 September 2026 nanti.
Renancana nominal surat utang yang akan diterbitkan mencapai USD 500 juta atau setara dengan Rp7,83 triliun dengan kurs USD hari ini sebesar Rp15.660 per USD.
“Bersama ini kami menyampaikan Keterbukaan Informasi kepada pemegang saham sehubungan dengan transaksi material PT Cikarang Listrindo Tbk (POWR). Bahwa Perseroan bermaksud untuk menerbitkan Surat Utang (Notes) dengan jumlah pokok sebesar-besarnya USD 500 juta. Ini merupakan transaksi material sebagaimana dimaksud dalam Peraturan OJK No. 17/2020,” tutur Corporate Secretary POWR, Christanto Pranata, dalam keterbukaan informasi di Bursa Efek Indonesia, Kamis (10/10/2024).
Nantinya, kata dia, dana yang diperoleh tersebut akan dipergunakan untuk pelunasan sebagian atau keseluruhan atas Surat Utang (Notes) yang akan jatuh tempo 2026 nanti. Termasuk bunga dan biaya lainnya.
“Rencana transaksi ini dilaksanakan untuk meningkatkan likuiditas Perseroan dan untuk mendukung kebutuhan pembiayaan umum Perseroan,” katanya.
Adapun untuk Surat Utang (Notes) 2026 itu memiliki suku bunga tetap sejumlah 4,95% yang dibayarkan dua kali dalam setahun pada 14 Maret dan 14 September setiap tahunnya. “Dan akan jatuh tempo pada tanggal 14 September 2026,” ujarnya.
Rencana Transaksi yang akan dilaksanakan oleh Perseroan merupakan transaksi material berdasarkan Peraturan OJK No. 17/2020 tersebut, yang mana transaksi tersebut bernilai lebih dari 50% nilai ekuitas Perseroan berdasarkan Laporan Keuangan Perseroan.
Sebab, berdasarkan Peraturan OJK No. 17/2020 itu, Direksi POWR diwajibkan untuk mengumumkan Keterbukaan Informasi ini setidaknya pada situs web Perseroan dan situs web BEI untuk memberikan informasi kepada para pemegang saham Perseroan mengenai Rencana Transaksi yang akan dilakukan Perseroan, yang membutuhkan persetujuan RUPSLB dari Perseroan.
Untuk diketahui, Surat Utang (Notes) 2026 sendiri diterbitkan oleh Listrindo Capital B.V., selaku anak perusahaan POWR. Dan selaku penerbit dari Surat Utang (Notes) 2026 telah mengalihkan seluruh hak dan kewajibannya atas Surat Utang (Notes) 2026 kepada Perseroan pada tanggal 25 September 2019. “Hal ini telah kami ungkapkan pada Keterbukaan Informasi tanggal 27 September 2019 lalu,” ucapnya.
Meski begitu, kata Christanto, penerbitan Surat Utang (Notes) dan pelunasan Surat Utang (Notes) 2026 itu akan tergantung pada kondisi pasar. Perseroan akan memperhatikan kondisi yang terbaik yang akan diperoleh Perseroan sesuai rencana Perseroan untuk menerbitkan Surat Utang (Notes) dan melunasi sebagian atau keseluruhan atas Surat Utang (Notes) 2026 itu.
“Cuma memang untuk persetujuan itu, selain persetujuan listing dari SGX-ST dan persetujuan pemegang saham Perseroan dalam RUPSLB, tidak terdapat persetujuan dari pemerintah atau badan atau institusi lain yang diperlukan dalam rangka penerbitan Surat Utang (Notes) ini,” tandasnya.
Adapun untuk suku bunganya bersifat tetap dan direncanakan sebesar maksimal 7,00% per tahun. “Tingkat bunga Surat Utang (Notes) akan diungkapkan melalui pengumuman pada situs web Perseroan dan situs web BEI paling lambat 2 hari kerja setelah penerbitan Surat Utang (Notes) selesai dilaksanakan,” kata dia.
