
Jakarta- PT Indocement Tunggal Prakarsa Tbk (INTP) mencatatka laba bersih 2016 sebesar Rp3,87 triliun atau turun 11,2% dari tahun 2015 sebesar Rp4,35 triliun. Tren tersebut nampakya bakal terus berlanjut karena adanya kelebihan ketersedian produksi semen mencapai 37 juta ton.
Direktur Utama INTP, Christian Kartawijaya menyampaikan pada tahun 2017 peningkatkan ketersedian produksi semen menjadi 37 juta ton, sedangkan tahun 2016 hanya 27 juta ton. “Dengan over suply yang nambah mau tidak mau maka persaingan harga akan terjadi,”kata dia di gedung Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Jumat(17/3/2017).
Dengan demikian, kata dia, kondisi itu akan mempengaruhi pendapatan produsen semen termasuk INTP seperti tahun 2016. “Kita tahu sekarang saja paling tidak pada bulan Januari- Februari 2017 sudah terjadi penurunan harga semen antara 1%-2% jika mengacu periode yang sama tahun lalu,”jelas dia.
Namum Christian berharap, volume penjualan pada tahun 2017 akan tumbuh 3%-5% dibanding volume penjualan tahun 2015 sebesar 16 juta ton. Hal itu didukung oleh peningkatan volumen penjualan di kantung-kantung penjualan utamanya.” Kita Lihat daerah penjualan Jawa Barat pada bulan Februari agak naik sehingga positif pertama kali dan Kami harap Jakarta juga minusnya berkurang,”terang dia.
Untuk diketahui, sepanjang tahun 2016 penguasaan pasar INTP terhadap penjualan semen mencapai 26% atau turun dibanding tahun 2015 sebesar 27,1%. Sedangkan tiga kantong utama penjualan perseroan, hanya Jakarta mengalami kenaikan persentase penguasan pasar, dari 42,9% menjadi 43,8%. Sementara Jawa Barat turun dari 49,4% menjadi 49,1% dan Banten turun dari 46% menjadi 45,1% pada tahun 2016.(Az)