Jakarta, TopBusiness—Pasokan lahan industri di wilayah Jabodetabek, di kuartal tiga 2024, tetap tidak berubah dari level kuartal sebelumnya, yaitu 16.628 hektar. Riset properti kuartal tiga 2024 dari Cushman and Wakefield Indonesia yang diterima Majalah TopBusiness hari ini, menjelaskan bahwa stagnasi itu karena tidak ada lahan industri baru yang masuk ke pasar selama kuartal tersebut.
Sebanyak 52,70 hektar transaksi penjualan lahan terjadi di kuartal itu, menandai peningkatan tipis sebesar 0,02% secara year-on-year (YoY).
Sektor yang berhubungan dengan otomotif masih menjadi pangsa permintaan terbesar yaitu sebesar 51%, menunjukkan tren berkelanjutan sektor otomotif di lanskap industri Jabodetabek.
Lantas, sektor lain yang juga menunjukkan transaksi lahan yang konsisten tahun ini adalah Fast-Moving Consumer Goods (FMCG).
Riset tersebut pun memaparkan bahwa harga lahan industri dan tingkat sewanya tetap stabil. Harga rata-rata lahan industri mencapai Rp 2.792.000/m2 selama kuartal tiga, mencatat sedikit pertumbuhan tahunan sebesar 4,70%.
